JURANEWS.ID, JAKARTA – Pekembali jembatan penyeberangan di Gampong Lhok Sanding, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Minggu (22/2/2026), capaian fisik proyek jembatan gantung tersebut telah mencapai 65 persen.
Jembatan sebelumnya terputus akibat banjir kiriman yang dipicu hujan ekstrem saat fenomena Siklon Senyar pada akhir November 2025. Luapan Sungai Meureudu yang membawa material kayu, pasir, batu dan sampah menghantam infrastruktur vital dan memutus akses utama warga.
Kini, tahap pemulihan difokuskan pada percepatan pembangunan jembatan gantung sebagai akses penghubung antardusun yang sempat lumpuh total. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Vertical Rescue Indonesia dan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 836/Brahma Yodha (Yonif TP 836/BY), dengan dukungan material dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyampaikan bahwa sejumlah tahapan utama telah rampung sepenuhnya. Di antaranya pengeboran besi palang, pembentangan enam sling utama (atas dan bawah), mobilisasi material batu dan pasir ke titik A dan B, serta pengecatan dasar pada gapura di kedua sisi jembatan.
“Progres pembangunan saat ini telah mencapai 65 persen. Sejumlah pekerjaan teknis utama sudah selesai 100 persen, dan kini percepatan difokuskan pada struktur pendukung agar jembatan segera dapat difungsikan dengan aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2).
Pekerjaan pondasi di titik A, pembentangan sling pagar horizontal, pemotongan sling rawayan, serta pembuatan plang gapura dan turunan tepi jauh kini memasuki tahap akhir dengan capaian rata-rata 90 hingga 95 persen.
Sementara itu, pemasangan palang telah mencapai 45 persen dan pengecatan akhir gapura 30 persen.
Tim gabungan juga tengah menyelesaikan pembuatan dudukan sling horizontal serta struktur sayap jembatan sebagai bagian dari penguatan konstruksi.
Sinergi keahlian teknis medan ekstrem dari Vertical Rescue Indonesia dan dedikasi personel Yonif TP 836/BY diharapkan mampu memastikan jembatan dibangun sesuai standar keamanan tinggi.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat krusial untuk mengakhiri keterisolasian warga Gampong Lhok Sanding, sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi dan memperpendek jarak tempuh masyarakat yang selama ini harus memutar cukup jauh pascabencana.
(*)














Komentar