PSIS Semarang Kalah dari PSMS Medan 1-2, Unggul Jumlah Pemain tapi Gagal Selamatkan Poin!  

PSIS Semarang gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Javier Siverio mendapat kartu merah. Gol Fitra Ridwan pada menit 90+8 tak mampu menyelamatkan Mahesa Jenar dari kekalahan di markas PSMS Medan.

SEMARANG, JURANEWS.ID — Hasil pahit kembali dialami PSIS Semarang. Bertandang ke markas PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027, Minggu (25/10/2026) malam, Laskar Mahesa Jenar harus pulang tanpa poin setelah kalah 1-2 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang.

Kekalahan ini menyisakan catatan penting. PSIS sempat memiliki keunggulan jumlah pemain setelah penyerang PSMS, Javier Siverio, diganjar kartu merah pada babak pertama. Namun, situasi tersebut gagal dimanfaatkan secara maksimal oleh tim asuhan Widodo Cahyono Putro.

PSMS justru mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir, meski harus menghadapi tekanan dari tim tamu.

PSMS Medan membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui Raihan Utama. Tembakannya dari luar kotak penalti mengarah ke tiang jauh dan gagal dijangkau penjaga gawang PSIS.

Tuan rumah kemudian menggandakan keunggulan melalui Javier Siverio pada menit ke-31. Gol tersebut membuat PSIS berada dalam posisi sulit sebelum turun minum.

Drama terjadi menjelang akhir babak pertama. Siverio menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS. PSMS pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Situasi ini sebenarnya membuka peluang bagi PSIS untuk bangkit. Dengan jumlah pemain yang lebih banyak, tim kebanggaan Kota Semarang itu memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, pertahanan rapat PSMS membuat upaya PSIS tidak mudah membuahkan hasil.

Memasuki babak kedua, PSIS berusaha meningkatkan tekanan untuk mengejar defisit dua gol. Sejumlah peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir belum cukup efektif untuk mengubah keadaan.

PSIS sempat mencetak gol melalui Hari Nur Yulianto pada menit ke-87. Namun, gol tersebut dianulir setelah peninjauan VAR karena posisi offside.

Petaka kembali menghampiri PSIS pada menit ke-82. Rifki Dwi Septiawan mendapat kartu merah setelah menerima dua kartu kuning. Kedua tim pun kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama.

Gol yang ditunggu-tunggu PSIS akhirnya tercipta pada menit ke-90+8 melalui Fitra Ridwan. Gol tersebut memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyamakan kedudukan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan untuk kemenangan PSMS Medan.

Kekalahan dari PSMS menjadi pekerjaan rumah bagi PSIS Semarang. Kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan baru mencetak gol pada masa tambahan waktu menjadi catatan yang perlu dievaluasi, terutama terkait efektivitas serangan dan penyelesaian akhir.

Pelatih PSIS, Widodo Cahyono Putro, mengakui pertandingan berlangsung sengit. Pertahanan rapat PSMS juga menyulitkan timnya untuk mengejar ketertinggalan.

Hasil ini memperpanjang catatan PSIS yang belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Sebelum kalah dari PSMS, PSIS bermain imbang 0-0 melawan PSGC Ciamis dan kalah 1-3 dari Persiraja Banda Aceh.

PSIS kini mengoleksi 10 poin dan berada di posisi keempat klasemen sementara Grup A, sedangkan PSMS Medan naik ke posisi kedua dengan 14 poin.

Laskar Mahesa Jenar selanjutnya dijadwalkan menghadapi Persikad Depok pada Minggu (1/11/2026). Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi PSIS untuk bangkit sekaligus membuktikan bahwa evaluasi setelah kekalahan di Medan dapat menghasilkan perbaikan nyata.

Akankah PSIS mampu bangkit pada laga berikutnya? Dukungan suporter tentu dibutuhkan, tetapi pembenahan permainan dan ketajaman lini depan menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda.

(*)

Komentar

News Feed