JURANEWS.ID, SIDOARJO – PSIS Semarang meraih kemenangan 2-1 atas Deltras FC dalam laga uji coba yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (22/8). Dua gol PSIS dicetak Jonathan Bustos dan Deri Corfe.
Meski berhasil mengamankan kemenangan, pelatih PSIS Semarang Widodo Cahyono Putro menegaskan timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Menurut Widodo, hasil pertandingan uji coba bukan menjadi satu-satunya tolok ukur. Hal yang lebih penting adalah memastikan kondisi pemain tetap sehat sekaligus melihat perkembangan permainan tim.
“Yang terpenting itu kesehatan pemain. Hasil bagaimanapun, kita bermain bola atau match itu nantinya berhasil. Hasil kita bisa memenangkan pertandingan karena itulah cita-cita kita untuk menarungi kompetisi,” ujar Widodo seusai pertandingan.
Widodo mengatakan kemenangan atas Deltras menjadi modal positif bagi PSIS dalam menjalani persiapan menuju kompetisi.
Namun, ia menilai masih banyak aspek permainan yang harus dibenahi. Kesalahan yang terjadi dalam pertandingan disebut sebagai bagian dari proses membangun tim.
“Banyak catatan-catatan yang harus kita perbaiki. Banyak hal yang mesti kita benahi sebelum kompetisi nanti,” katanya.
Salah satu perkembangan yang cukup terlihat, lanjut Widodo, adalah kekompakan antarpemain.
Ia menilai progres tersebut cukup signifikan dibandingkan tahap awal persiapan. Kendati demikian, kesalahan-kesalahan yang muncul dalam pertandingan tetap harus diminimalkan.
“Progres kekompakan pemain cukup signifikan. Kesalahan-kesalahan itu ada, normal, dan bisa bermanfaat. Tapi kalau bisa, minimalisir kesalahan-kesalahan itu,” tegasnya.
Widodo Tak Mau PSIS Cepat Berpuas Diri
Kemenangan atas Deltras tidak membuat Widodo ingin timnya terlena.
Ia menegaskan PSIS masih harus fokus meningkatkan kualitas permainan sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Saya belum berpuas. Kami tidak berpuas diri. Kami tetap fokus untuk memperbaiki dan menatap mulainya liga,” ujar Widodo.
Menurutnya, laga uji coba menjadi kesempatan penting bagi tim pelatih untuk mengevaluasi performa pemain sekaligus melihat sejauh mana strategi yang diterapkan dapat berjalan di lapangan.
Sidoarjo Punya Kenangan Khusus bagi Widodo
Dalam sesi wawancara, Widodo juga mendapat pertanyaan mengenai Sidoarjo yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan kariernya.
Widodo mengakui Sidoarjo terasa seperti rumah baginya. Ia memiliki pengalaman dan kedekatan tersendiri dengan wilayah tersebut setelah menjalani perjalanan panjang di dunia sepak bola.
“Sidoarjo ini seperti rumah saya sendiri,” ungkapnya.
Widodo juga mengapresiasi sambutan masyarakat dan manajemen sepak bola di Sidoarjo yang menurutnya cukup ramah.
Ia menyebut dirinya berusaha menghormati setiap daerah dan klub yang menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
“Seperti pepatah, bumi dipijak, langit dijunjung. Itu yang saya tanamkan,” katanya.
Kemenangan 2-1 atas Deltras FC melalui gol Jonathan Bustos dan Deri Corfe menjadi hasil positif bagi PSIS Semarang dalam rangkaian persiapan menuju kompetisi.
Namun, Widodo memastikan hasil tersebut tidak membuat tim berhenti melakukan evaluasi.
Fokus utama PSIS selanjutnya adalah meningkatkan kekompakan, mengurangi kesalahan individu maupun tim, serta memastikan kesiapan pemain sebelum kompetisi resmi bergulir.
(*)















Komentar