PSIS Tekuk Deltras FC 2-1, Widodo Cahyono Putro Soroti Kekompakan Tim Jelang Liga 2026/27

Mahesa Jenar menang 2-1 lewat gol Jonathan Bustos dan Deri Corfe, tetapi Widodo Cahyono Putro menilai tim masih harus meminimalkan kesalahan sebelum kompetisi resmi dimulai.

JURANEWS.ID, SIDOARJO – PSIS Semarang meraih kemenangan 2-1 atas Deltras FC dalam laga latihan bersama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (22/8/2026). Dua gol Mahesa Jenar dicetak Jonathan Bustos dan Deri Corfe.

Hasil tersebut menjadi modal positif bagi PSIS dalam mematangkan persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/27. Meski menang, pelatih PSIS Semarang Widodo Cahyono Putro menegaskan timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah.

Menurut Widodo, hasil pertandingan bukan satu-satunya tolok ukur dalam laga uji coba. Hal yang lebih penting adalah melihat perkembangan kondisi fisik, kekompakan, serta berbagai aspek permainan yang masih harus diperbaiki.

“Yang terpenting itu kesehatan pemain. Hasil bagaimanapun kita bermain bola atau match itu nantinya berhasil. Kita punya cita-cita untuk setiap pertandingan memenangkan pertandingan,” ujar Widodo usai laga.

Widodo mengakui kemenangan atas Deltras FC belum membuat dirinya puas. Ia melihat masih terdapat sejumlah kesalahan yang harus diminimalkan sebelum kompetisi resmi bergulir.

“Banyak hal yang mesti kita berbenah sebelum kompetisi nanti. Tapi yang terutama progres kekompakan pemain cukup signifikan,” katanya.

Menurut dia, kesalahan dalam pertandingan persiapan merupakan sesuatu yang wajar. Namun, kesalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi ketika PSIS sudah memasuki kompetisi resmi.

“Kesalahan-kesalahan itu ada, normal, bisa bermanfaat. Tapi kalau bisa minimalis, kesalahan-kesalahan itu,” tegasnya.

Widodo memastikan kemenangan tersebut tidak membuat skuad Mahesa Jenar berpuas diri. Tim akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi.

“Saya belum berpuas. Kami tidak berpuas diri, kami tetap fokus untuk memperbaiki dan menatap mulainya liga,” ujarnya.

Jonathan Bustos dan Deri Corfe Bawa PSIS Unggul

Dalam pertandingan tersebut, PSIS tampil dengan Reky Rahayu sebagai penjaga gawang. Komang Tri dipercaya mengenakan ban kapten.

Lini belakang diisi Andy Setyo, Amirul, dan Abduh Lestaluhu. Sementara Akbar Riansyah, Fitra Ridwan, Jonathan Bustos, Krisna Jhon, Miftahul Hamdi, serta Deri Corfe menjadi bagian dari komposisi awal.

PSIS tampil agresif sejak awal pertandingan. Permainan penguasaan bola dan pergerakan antarpemain membuat Mahesa Jenar mampu memberikan tekanan ke pertahanan Deltras FC.

Gol pembuka PSIS lahir melalui Jonathan Bustos. Gelandang asal Argentina itu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang sempat ditepis kiper Deltras.

Namun, derasnya laju bola membuatnya tetap melaju ke arah gawang dan membawa PSIS memimpin 1-0.

Mahesa Jenar kemudian menggandakan keunggulan melalui Deri Corfe. Pemain tersebut menunjukkan kemampuan individunya dengan melewati dua pemain bertahan Deltras FC sebelum melepaskan penyelesaian yang mengubah skor menjadi 2-0.

Memasuki babak kedua, Widodo melakukan rotasi besar. Sejumlah pemain mendapat kesempatan tampil untuk melihat kesiapan seluruh skuad.

Hari Nur Yulianto, Jack Brown, Rafinha, Habil Akbar, Muammar Khadafi, Agus Nova, Sheva Bernadine, Rizky Darmawan, Syahrian Abimanyu, Lorensius Sabda, dan Fabiano Beltrame dimainkan.

Rotasi membuat komposisi permainan PSIS berubah. Namun, Mahesa Jenar tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga mendekati akhir pertandingan.

Deltras FC kemudian memperkecil ketertinggalan melalui sontekan dari titik penalti menjelang laga berakhir.

Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

Selain membahas pertandingan, Widodo juga menyinggung Sidoarjo yang memiliki kenangan tersendiri dalam perjalanan kariernya.

Ia menyebut Sidoarjo seperti rumah sendiri karena pernah memiliki pengalaman di wilayah tersebut.

“Sidoarjo ini seperti rumah saya sendiri,” kata Widodo.

Ia juga mengapresiasi sambutan masyarakat dan manajemen selama PSIS menjalani pertandingan di Sidoarjo.

Menurut Widodo, sikap saling menghormati harus tetap dijaga ketika sebuah tim datang bertanding di daerah lain.

“Bagaimana melihat semua manajemen cukup ramah. Saya memposisikan diri, tim mana pun, klub mana pun. Seperti pepatah, bumi dipijak, langit dijunjung,” tuturnya.

Kemenangan 2-1 atas Deltras FC menjadi bagian dari proses PSIS mematangkan tim sebelum kompetisi musim 2026/27. Bagi Widodo, masih ada waktu untuk memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan chemistry dan konsistensi permainan Mahesa Jenar.

(*)

Komentar