Samsung Galaxy Z Fold8 Resmi Meluncur, HP Lipat 201 Gram dengan 47 Fitur Galaxy AI

Pindah dari iPhone ke Galaxy Kini Lebih Praktis

JAKARTA, JURANEWS.ID – Samsung kembali memperluas inovasi di segmen smartphone foldable melalui Galaxy Z Fold8. Setelah melalui delapan generasi pengembangan, perangkat ini hadir dengan desain lebih tipis dan ringan, layar luas 7,6 inci, performa flagship, serta integrasi Galaxy AI yang semakin kontekstual.

Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 201 gram dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat dibuka dan 9,7 mm ketika dilipat. Samsung menyebut perangkat tersebut sebagai foldable paling ringan yang mereka hadirkan, dengan tetap mempertahankan sejumlah fitur untuk produktivitas dan hiburan.

Sejak memperkenalkan Galaxy Z Fold generasi pertama pada 2019, Samsung terus melakukan penyempurnaan pada perangkat foldable.

Galaxy Z Fold3 membawa Armor Aluminum dan sertifikasi IPX8. Kemudian Galaxy Z Fold5 memperkenalkan Flex Hinge baru, sementara Galaxy Z Fold6 menghadirkan berbagai fitur Galaxy AI yang dirancang untuk memaksimalkan layar besar.

Inovasi tersebut berlanjut pada Galaxy Z Fold7 dengan desain yang semakin tipis serta kamera utama 200MP. Kini, Galaxy Z Fold8 membawa pendekatan serupa dengan fokus pada bobot, ketebalan, performa, serta integrasi AI.

“Bagi Samsung, membuat foldable semakin tipis bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap penyempurnaan membuat foldable smartphone kami semakin nyaman digunakan, semakin produktif, dan mampu membuka lebih banyak kemungkinan bagi penggunanya,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Salah satu perubahan yang ditonjolkan Samsung adalah bobot Galaxy Z Fold8 yang mencapai 201 gram.

Meski lebih ringan, perangkat ini tetap membawa baterai berkapasitas 4.800 mAh. Galaxy Z Fold8 juga mendukung kombinasi satu slot SIM fisik dan satu eSIM.

Dengan layar utama berukuran 7,6 inci, perangkat tersebut dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari streaming, gaming, media sosial hingga pekerjaan yang membutuhkan ruang layar lebih luas.

Samsung juga membekali perangkat ini dengan kemampuan multitasking hingga tiga aplikasi sekaligus serta dukungan Samsung DeX.

Galaxy Z Fold8 tidak hanya menyasar kebutuhan produktivitas. Samsung juga menempatkan kemampuan kamera dan AI sebagai bagian dari pengalaman membuat konten.

Salah satunya melalui fitur My FanCam. Dengan dukungan Galaxy AI, pengguna dapat memilih subjek yang ingin ditonjolkan ketika merekam video.

Sistem kemudian membantu mengikuti pergerakan subjek tersebut sehingga pengguna tidak harus selalu mendapatkan framing secara presisi sejak awal.

Fitur tersebut melengkapi kamera utama 50MP dan Ultra Wide 50MP dengan aperture f/1.8.

Samsung menyebut Galaxy Z Fold8 memiliki hingga 47 fitur Galaxy AI yang terintegrasi dengan One UI 9.

Salah satunya adalah Now Nudge, yang dirancang memberikan informasi sesuai konteks aktivitas pengguna, seperti agenda pertemuan hingga navigasi.

Integrasi Galaxy AI juga memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas dengan lebih praktis di layar besar, termasuk bekerja dengan beberapa aplikasi dan memindahkan konten secara lebih seamless.

Konsep tersebut membuat AI tidak hanya ditempatkan sebagai fitur tambahan, tetapi menjadi bagian dari pengalaman penggunaan Galaxy Z Fold8.

Bagi pengguna yang ingin berpindah dari perangkat berbasis iOS, Samsung juga mengandalkan fitur Smart Switch.

Fitur tersebut membantu memindahkan berbagai data penting, termasuk gambar dan pesan instan. Proses pemindahan dapat dilakukan dengan bantuan pemindaian QR code.

Dengan demikian, pengguna yang beralih ke Galaxy Z Fold8 dapat membawa data dari perangkat sebelumnya dan langsung mengeksplorasi fitur seperti layar foldable 7,6 inci, multitasking, Samsung DeX, serta Galaxy AI.

Galaxy Z Fold8 tersedia dalam periode penjualan 16–30 September 2026 dengan sejumlah penawaran.

Samsung menawarkan gratis 1 tahun Proteksi Layar dan Google AI Pro senilai Rp1,8 juta, serta cashback hingga Rp4,5 juta untuk Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8.

Untuk Galaxy Z Flip8, cashback yang ditawarkan mencapai Rp3 juta, sesuai syarat dan ketentuan.

Samsung juga menyediakan program trade-in. Galaxy Z Fold7 512GB, misalnya, dapat ditukarkan dengan nilai hingga Rp16 jutaan untuk upgrade ke Galaxy Z Fold8, dengan ketentuan program yang berlaku.

Konsumen juga dapat memanfaatkan cashback kartu kredit bank mitra dan cicilan 0 persen. Untuk Galaxy Z Fold8, skema yang ditawarkan mulai dari sekitar Rp1,3 juta per bulan selama 12 bulan, sesuai ketentuan.

Informasi lebih lanjut mengenai Galaxy Z8 Series dan program penjualan tersedia melalui kanal resmi Samsung Indonesia dan Samsung Experience Store.

(*)

Komentar