JURANEWS.ID, PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama TNI resmi memulai Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga.
Program yang berlangsung selama 30 hari ini tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat hingga penyaluran bantuan bagi wilayah terdampak kekeringan.
Upacara pembukaan TMMD digelar di Lapangan Tumanggal, Desa Banyumudal, Rabu (15/7/2026), dipimpin Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, yang mewakili Bupati Pemalang.
Dalam sambutan bupati yang dibacakannya, Nurkholes mengatakan TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, dan menjadi bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Bangun Jalan Rabat Beton untuk Tingkatkan Akses Ekonomi
Pada TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, sasaran fisik meliputi pembangunan dua ruas jalan rabat beton.
Pembangunan pertama berupa rabat beton sepanjang 408 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter. Sedangkan pembangunan kedua berupa rabat beton sepanjang 11 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 12 sentimeter.
Pembangunan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses transportasi warga, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Untuk mendukung pelaksanaan TMMD, Pemerintah Kabupaten Pemalang mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp145 juta, sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan anggaran sebesar Rp246 juta.
Pasiter Kodim 0711/Pemalang Kapten Arm Eko Budiharjo menjelaskan TMMD tahun ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik.
Program tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, sosialisasi penerimaan prajurit TNI, pencegahan stunting, pelayanan keluarga berencana, pertanian, penanggulangan bencana, Undang-Undang Perkawinan, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga edukasi pencegahan perundungan (bullying).
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat desa.
Pelaksanaan TMMD melibatkan 155 personel, terdiri atas anggota Satgas TMMD, tim asistensi, penyuluh, personel SSK, serta masyarakat setempat yang bergotong royong menyukseskan program tersebut.
Dalam rangkaian upacara pembukaan, Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama unsur Forkopimda juga menyerahkan bantuan tandon air kepada desa-desa yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Bantuan diserahkan kepada Desa Gombong, Desa Belik, Desa Pagenteran, Desa Pulosari, dan Desa Siremeng sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Selain penandatanganan naskah TMMD, kegiatan juga diwarnai penyematan tanda peserta serta penyerahan sarana kerja secara simbolis kepada perwakilan personel Satgas TMMD.
Melalui program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap pembangunan infrastruktur desa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(*)










Komentar