Uji Tanah hingga Tanam 10 Komoditas, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Kembangkan Demplot Ketahanan Pangan di Keerom

Tim 5 Ekspedisi Patriot UNDIP menguji kondisi tanah, memanfaatkan sekam bakar, dan menyemai 10 komoditas untuk mencari tanaman potensial di SP 2 Senggi, Kabupaten Keerom.

KEEROM, JURANEWS.ID – Tim 5 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) pertanian di Satuan Permukiman (SP) 2, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong optimalisasi lahan dan pengembangan komoditas unggulan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat.

Program bertajuk “Pengembangan Komoditas Unggulan Tanaman Pertanian melalui Optimalisasi Produktivitas dengan Perbaikan Lahan dan Pendampingan Kelembagaan Menuju Ketahanan Pangan” itu dipimpin Prof. Ir. Didik Wisnu Widjajanto, M.Sc., Ph.D., bersama lima anggota Tim 5 Ekspedisi Patriot UNDIP.

Pengembangan demplot diawali dengan survei kondisi lahan transmigrasi. Dari hasil survei, tim memilih lahan di SP 2 Jalur 3 berukuran 45 x 50 meter sebagai lokasi percontohan.

Namun, sebelum dilakukan penanaman, tim terlebih dahulu menguji karakteristik tanah untuk mengetahui kondisi lahan secara lebih terukur.

pH Tanah Masam Jadi Perhatian

Tim mengambil sampel tanah untuk diuji di laboratorium sekaligus melakukan pengukuran pH secara langsung di lapangan.

Hasil pengukuran awal menunjukkan pH tanah rata-rata sekitar 5 atau berada dalam kondisi masam.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pengembangan demplot karena tingkat keasaman tanah dapat memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

“Kita ingin pengembangan demplot ini tidak hanya langsung menanam, tetapi dimulai dari memahami kondisi lahannya terlebih dahulu. Dengan mengetahui karakteristik tanah, terutama kondisi pH yang masih masam, pengelolaan lahan dan pemilihan komoditas dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ujar anggota Tim 5 Ekspedisi Patriot UNDIP, Gebi Viola Claudia Situmorang.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, tim kemudian menyusun site plan untuk menentukan tata letak bedeng dan pengelolaan lahan.

Perbaikan lahan juga dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Salah satunya melalui pengolahan gabah padi menjadi sekam bakar yang kemudian dicampurkan dengan tanah dan pupuk kandang sebagai media persemaian.

Untuk mengetahui jenis tanaman yang paling sesuai dengan kondisi setempat, Tim 5 melakukan diversifikasi komoditas.

Sejumlah tanaman pangan dan hortikultura disemai, antara lain cabai keriting, cabai rawit, tomat, jagung, edamame, sawi, kacang panjang, kangkung, terong ungu dan bayam.

Penanaman berbagai komoditas tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai jenis tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan di SP 2 Senggi.

Tahapan pengembangan demplot dilakukan mulai dari survei lahan, pengukuran pH, analisis tanah, penyusunan tata ruang, pemanfaatan sekam bakar hingga teknik persemaian.

Dengan pendekatan tersebut, demplot tidak hanya diarahkan sebagai lahan produksi, tetapi juga menjadi lokasi percontohan yang dapat digunakan masyarakat untuk mempelajari pengelolaan lahan dan diversifikasi tanaman.

“Demplot ini kami harapkan bukan sekadar menjadi tempat menanam, tetapi menjadi lahan percontohan yang bisa memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Dari sini kita dapat melihat komoditas mana yang potensial, bagaimana kondisi tanahnya, dan bagaimana lahan dapat dikelola dengan lebih optimal,” kata Gebi.

Petani Dapat Gambaran Baru

Program tersebut juga mendapat respons dari masyarakat setempat. Sybur, salah seorang petani di SP 2 Senggi, mengatakan kegiatan demplot memberikan gambaran mengenai alternatif pengelolaan lahan dan jenis tanaman yang dapat dikembangkan.

“Selama ini lahan memang sudah dimanfaatkan untuk bertani, tetapi dengan adanya kegiatan seperti ini kami bisa melihat cara pengelolaan dan jenis tanaman yang bisa dicoba. Harapannya nanti hasil dari demplot ini bisa menjadi contoh dan membantu masyarakat dalam mengembangkan lahan,” ujar Sybur.

Tim 5 Ekspedisi Patriot UNDIP berharap pengembangan demplot dapat mendorong pemanfaatan lahan secara lebih produktif sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola pertanian.

Diversifikasi komoditas juga diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Keerom, Papua, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini antara lain berkaitan dengan SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penguatan produksi pangan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan sekam bakar, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pengelolaan dan perbaikan kualitas tanah secara berkelanjutan.

(*)

Komentar