UNDIP dan Alumni FK Dr. Budi Laksono Lanjutkan Gerakan Satu Juta Jamban untuk Indonesia

UNDIP Dukung Gerakan Sanitasi Nasional Bersama "Dokter Jamban"

JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama alumni Fakultas Kedokteran angkatan 1982, Dr. dr. Budi Laksono, M.HSc., atau yang dikenal sebagai “Dokter Jamban”, berkomitmen melanjutkan gerakan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat Indonesia.

 

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Dr. Budi dengan Rektor Suharnomo di Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, Rabu (10/6/2026).

 

Dalam pertemuan itu, Rektor UNDIP mengapresiasi dedikasi Dr. Budi yang selama lebih dari dua dekade mengembangkan inovasi sanitasi murah dan sehat. Bersama berbagai mitra, termasuk TNI Angkatan Darat, Dr. Budi telah berkontribusi membangun lebih dari satu juta jamban keluarga di berbagai wilayah Indonesia.

 

“Saya punya cita-cita sebelum meninggal, seluruh penduduk Indonesia sudah memiliki jamban yang layak,” ujar Dr. Budi.

 

Menurutnya, akses terhadap jamban sehat merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sanitasi yang buruk dapat memicu berbagai penyakit seperti diare, tifus, disentri, hepatitis A, kecacingan hingga berkontribusi terhadap tingginya angka stunting.

 

Selama pengabdiannya, Dr. Budi mengembangkan berbagai inovasi sanitasi, di antaranya Jamban Amfibi yang dapat digunakan pada kondisi minim air serta Jamban Terbang yang dirancang untuk wilayah pesisir terdampak rob dan penurunan muka tanah.

 

Inovasi tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional GEMA SANG JUARA (Gerakan Membangun Satu Juta Jamban) yang didukung TNI AD. Melalui program tersebut, tercatat lebih dari 1.037.000 jamban keluarga berhasil dibangun di berbagai daerah.

 

Rektor UNDIP menyatakan kampus akan terus mendukung pengembangan sanitasi masyarakat melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satunya dengan memperluas penerapan inovasi Jamban Terbang di wilayah yang membutuhkan.

 

“Melalui LPPM, KKN, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat, kami akan memetakan daerah-daerah yang masih membutuhkan akses sanitasi layak,” kata Suharnomo.

 

Sebelumnya, pada Dies Natalis ke-67 UNDIP tahun 2024, kampus tersebut telah membangun Jamban Terbang di Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak sebagai solusi bagi masyarakat yang terdampak rob.

 

Ke depan, UNDIP dan Dr. Budi akan memperkuat edukasi untuk menghilangkan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sekaligus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses sanitasi layak di Indonesia.

 

Program ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, serta SDGs 11 mengenai permukiman berkelanjutan.

 

 

 

(*)

Komentar