JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) semakin memantapkan langkahnya dalam menghadirkan inovasi bagi masyarakat.
Kali ini, UNDIP bersama Pemerintah Provinsi Maluku memasuki tahap lanjutan kerja sama penyediaan air minum melalui teknologi desalinasi air laut bertenaga surya yang dikembangkan kampus tersebut.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa ke Kampus UNDIP Teluk Awur, Jepara, pada Juni 2025 lalu untuk meninjau langsung teknologi desalinasi yang dikembangkan para peneliti UNDIP.
Sebagai bagian dari proses kerja sama, perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku yang terdiri dari Kepala Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Maluku, Dra. Derita Yati Joisangadji, M.A., serta Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappeda Provinsi Maluku, Rufaidah, S.T., M.T., melakukan kunjungan ke Universitas Diponegoro.
Dalam pertemuan tersebut, pihak UNDIP bersama jajaran pimpinan universitas menandatangani dokumen kerja sama yang selanjutnya akan diproses oleh Pemerintah Provinsi Maluku sesuai mekanisme yang berlaku sebelum resmi diimplementasikan.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Maluku yang memilih teknologi hasil riset UNDIP sebagai solusi penyediaan air bersih.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pemerintah Provinsi Maluku. Mudah-mudahan kerja sama yang diawali melalui water treatment ini dapat berkembang ke banyak bidang lainnya. Sekali lagi terima kasih, dan salam kami untuk Bapak Gubernur Maluku beserta jajarannya,” ujar Prof. Suharnomo.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Pengelola Kampus Jepara (BPKJ) sekaligus inventor teknologi desalinasi, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., bersama jajaran Direktorat Inovasi dan Kerja Sama UNDIP.
Prof. I Nyoman Widiasa menjelaskan, kerja sama ini merupakan hasil dari komunikasi yang terus dibangun sejak kunjungan Gubernur Maluku ke Kampus UNDIP Jepara.
“Setelah kunjungan Bapak Gubernur tahun lalu, kami beberapa kali berdiskusi hingga akhirnya mencapai kesepahaman untuk memulai kerja sama di bidang penyediaan air bersih melalui teknologi desalinasi. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini juga dapat berkembang ke bidang riset kelautan,” katanya.
Teknologi desalinasi bertenaga surya yang dikembangkan UNDIP mampu mengolah air laut menjadi air bersih sehingga dinilai sangat cocok diterapkan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses air minum.
Melalui kerja sama tersebut, UNDIP berharap inovasi hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah kepulauan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini juga diharapkan menjadi model sinergi dalam menghadirkan solusi berbasis riset guna mendukung pembangunan berkelanjutan serta pemerataan akses air bersih di Indonesia.
(*)










![[DANA] Foto 1b - Penganugerahan SisBerdaya & DisBerdaya 2026.jpg](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/07/DANA-Foto-1b-Penganugerahan-SisBerdaya-DisBerdaya-2026.jpg-300x178.jpeg)





Komentar