SEMARANG, JURANEWS.ID — Universitas Diponegoro (UNDIP) meraih penghargaan Dharma Pertahanan Pratama dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UNDIP dalam menghasilkan inovasi teknologi yang dinilai bermanfaat bagi pengembangan teknologi dan industri pertahanan.
Salah satu kontribusi yang menjadi perhatian adalah pengembangan teknologi kesehatan dan rehabilitasi, mulai dari tangan bionik atau tangan robot, alat terapi jari dan bahu, hingga komponen panggul buatan yang berpotensi mendukung pemulihan pasien dengan gangguan fungsi anggota tubuh.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi Pusat Kesehatan Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS., FIMMA, pada Malam Puncak Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP di Jepara, 10 Oktober 2026.
Penganugerahan Dharma Pertahanan Pratama menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan strategis bangsa.
Ketua Departemen Teknik Mesin UNDIP sekaligus Kepala Pusat Teknologi Kesehatan CIBIOM3S, Prof. Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T., mengatakan penghargaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan riset teknologi kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Rifky, pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset dilakukan melalui Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing (CIBIOM3S) UNDIP.
Bidang yang dikembangkan mencakup biomekanika, biomaterial, biomekatronika, hingga pemrosesan biosinyal. Riset tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan, teknologi rehabilitasi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing (CIBIOM3S) UNDIP, kami berupaya mengembangkan teknologi kesehatan berbasis riset, mulai dari biomekanika, biomaterial, biomekatronika, hingga pemrosesan biosinyal. Kami berharap berbagai inovasi yang dihasilkan dapat mendukung pelayanan kesehatan, teknologi rehabilitasi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Rifky.
Sejumlah produk inovasi yang telah diproduksi CIBIOM3S UNDIP meliputi MyoMES, tangan bionik atau tangan robot, robot Domas dan Dimas, stetoskop digital, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan, mobil listrik dan riset otomotif, eksoskeleton siku lunak, skrup interferensi hasil pencetakan 3D, serta dual task bratomes.
Berbagai produk tersebut menunjukkan pengembangan riset UNDIP yang menggabungkan rekayasa teknik dengan kebutuhan teknologi kesehatan dan rehabilitasi.
Inovasi Rehabilitasi untuk Pasien dan Lansia
Selain pengembangan teknologi, kolaborasi antara peneliti dan tenaga medis juga menjadi bagian penting dalam pemanfaatan hasil riset.
Dokter konsultan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Geriatri Fakultas Kedokteran UNDIP, dr. Hari Peni Julianti, M.Kes., Sp.KFR(K)., FISPH, FISCM, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, dalam rehabilitasi geriatri, mempertahankan kemampuan fungsional dan kemandirian lansia merupakan hal penting. Kolaborasi tenaga medis, peneliti, dan pengembang teknologi kesehatan diharapkan dapat menghasilkan pendekatan rehabilitasi yang lebih tepat guna dan berkelanjutan.
“Kami berharap kontribusi UNDIP melalui riset, inovasi, dan pelayanan kesehatan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, mandiri, dan produktif,” ujarnya.
Peni menambahkan, sejumlah produk inovasi UNDIP direncanakan untuk dikembangkan sebagai bagian dari pusat keunggulan rehabilitasi medik di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) UNDIP.
Produk yang disebut dalam rencana tersebut antara lain tangan bionik, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan, serta dual task bratomes. Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu rehabilitasi anggota tubuh yang mengalami gangguan akibat musibah, termasuk dalam konteks tugas di lapangan.
“Rencananya produk inovasi yang bermanfaat bagi anggota tubuh yang terkena musibah di medan tugas seperti tangan bionik, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan dan dual task bratomes akan dikembangkan sebagai pusat keunggulan RSND UNDIP Bidang Rehabilitasi Medik,” kata Peni.
Penghargaan Dharma Pertahanan Pratama menjadi momentum bagi UNDIP untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi kesehatan dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui sinergi riset rekayasa teknologi dan ilmu kedokteran, UNDIP berkomitmen mendorong lahirnya solusi kesehatan yang inovatif dan aplikatif, sekaligus mendukung kepentingan bangsa dan negara.
Pengembangan tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian teknologi nasional melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, tenaga medis, dan berbagai pemangku kepentingan.
UNDIP membawa semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat” sebagai dorongan agar hasil riset tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
(*)








Komentar