UNDIP Siapkan Fasilitas Khusus Disabilitas untuk UTBK-SNBT 2026, Pastikan Kesetaraan Akses

Tiga Peserta Tuna Daksa dan Tiga Tuna Rungu Ikut Ujian, Fasilitas Lift dan Ruang Adaptif Disediakan

JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan seleksi nasional yang inklusif dan berkeadilan. Pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, kampus ini menyediakan fasilitas dan layanan khusus bagi peserta penyandang disabilitas agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan setara.

 

Sebanyak enam peserta berkebutuhan khusus tercatat mengikuti seleksi di lokasi ujian UNDIP, yang terdiri dari tiga peserta tuna daksa dan tiga peserta tuna rungu. Untuk mendukung mobilitas dan kenyamanan mereka, panitia menempatkan peserta di gedung yang ramah disabilitas, seperti di lingkungan Fakultas Hukum yang dilengkapi fasilitas lift dan ruang ujian adaptif.

 

Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) UNDIP, Prof. Dr. Paramita Prananingtyas, S.H., LLM., menyampaikan bahwa seluruh prosedur pelayanan telah disusun sesuai standar nasional tanpa mengurangi ketegasan pengawasan.

 

“Kami memberikan perhatian serius terhadap detail teknis di lapangan guna meminimalisir kendala fisik. Alhamdulillah, para peserta disabilitas tersebut juga merasa cukup puas dengan fasilitas yang disediakan. Kami telah mempersiapkan dan menyesuaikan sarana dengan keperluan mereka secara maksimal,” ujar Prof. Paramita, Senin (21/4/2026).

 

Meskipun memberikan layanan khusus, UNDIP tetap menerapkan protokol keamanan dan pemeriksaan yang ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan panitia pusat. Pemeriksaan menggunakan metal detector tetap dilakukan untuk menjaga integritas dan kredibilitas ujian agar hasil yang diperoleh benar-benar jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Langkah ini menjadi bukti bahwa UNDIP tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan akses pendidikan. Dengan sinergi antara layanan inklusif dan pengawasan ketat, diharapkan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan pengalaman yang positif bagi seluruh calon mahasiswa.

 

(*)

Komentar