KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDIO: https://vt.tiktok.com/ZS94EjFLv/
JURANEWS.ID, SEMARANG – Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah pada Triwulan I (Januari–Maret) 2026 mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah menunjukkan capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp12,98 triliun (56,40 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun (43,60 persen).
Selain nilai investasi, capaian ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 92.000 orang dari total 24.957 proyek yang terealisasi. Secara sektoral, investasi terbesar didominasi industri pengolahan. Lima sektor utama penyumbang investasi meliputi industri karet dan plastik sebesar Rp2,95 triliun, industri mesin, elektronik, dan peralatan listrik Rp2,75 triliun, industri barang dari kulit dan alas kaki Rp1,99 triliun, industri tekstil Rp1,83 triliun, serta sektor listrik, gas, dan air.
Dari sisi wilayah, Kabupaten Batang menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar mencapai Rp3,88 triliun, disusul Kabupaten Kendal Rp3,61 triliun, Kota Semarang Rp3,03 triliun, Kabupaten Semarang Rp2,15 triliun, dan Kabupaten Demak Rp1,56 triliun.
Sementara itu, investor asing terbesar berasal dari Singapura dengan nilai Rp3,33 triliun atau 25,68 persen dari total PMA, diikuti Hongkong, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Jika dibandingkan secara kuartalan (quarter to quarter), total investasi meningkat 2,91 persen dari Rp22,37 triliun pada Triwulan IV 2025 menjadi Rp23,02 triliun pada Triwulan I 2026. Kenaikan terutama ditopang PMDN yang tumbuh 19,95 persen, meski PMA mengalami kontraksi 7,29 persen.
Sedangkan secara tahunan (year on year), realisasi investasi tumbuh 5,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp21,85 triliun. Pertumbuhan ini didorong peningkatan signifikan PMDN sebesar 29,21 persen, meskipun PMA turun 7,81 persen.
Jumlah proyek juga mengalami peningkatan baik secara kuartalan maupun tahunan. Secara year on year, proyek tumbuh 22,15 persen dari 20.431 menjadi 24.957 proyek. Namun, penyerapan tenaga kerja sedikit menurun 4,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
DPMPTSP Jawa Tengah mencatat tren investasi dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan, menandakan daya tarik investasi di Jawa Tengah tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
(*)












Komentar