KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSqWy6Pfx/
SEMARANG, JURANEWS.ID – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau PT KIW (Persero) menyiapkan sejumlah langkah strategis menyambut usia ke-38 perusahaan. Salah satunya melalui rencana ekspansi kawasan industri hingga mencapai sekitar 1.000 hektare pada 2030.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian KIW Bazaar Festival 2026 yang digelar di kawasan PT KIW (Persero), Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-38 PT KIW (Persero) yang akan diperingati pada 7 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Expanding Bigger, Evolving Better.”
Selain kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, momentum HUT ke-38 juga menjadi kesempatan bagi manajemen PT KIW (Persero) untuk menyampaikan arah pengembangan perusahaan ke depan.
Direktur Utama PT KIW (Persero), Rezza Arta, mengatakan kebutuhan terhadap lahan industri terus meningkat seiring tingginya minat investor.
Karena itu, perusahaan saat ini tengah menggarap rencana perluasan kawasan sekitar 100 hektare sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan dalam beberapa tahun ke depan.
“Setelah KIW berdiri selama 38 tahun ini, kita sekarang dihadapkan kepada perluasan lahan yang memenuhi kebutuhan yang cukup tinggi dari para investor,” ujar Rezza.
Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan dapat membawa total luas kawasan yang dikelola PT KIW (Persero) mendekati 1.000 hektare pada 2030. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PT KIW (Persero) untuk menangkap peluang investasi dan memperkuat ekosistem industri di Jawa Tengah.
Tak Sekadar Jual Lahan, KIW Siapkan Layanan Terintegrasi
Tidak hanya memperluas kawasan, manajemen PT KIW (Persero) juga menyiapkan perubahan pendekatan dalam memberikan pelayanan kepada tenant.
Rezza mengatakan, ke depan PT KIW tidak ingin hanya berperan sebagai pengelola kawasan industri yang menyediakan dan mengelola lahan.
Perusahaan akan mengembangkan konsep “Total Solution Industrial Services”, yakni layanan terintegrasi yang diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan tenant dalam satu ekosistem.
“Pelayanannya tidak hanya melulu mengenai pelayanan kawasan. Kita tidak hanya sekadar jual lahan, mengelola lahan, kemudian memanage tenant. Kita juga akan memberikan layanan solusi bisnis yang terintegrasi,” katanya.
Layanan tersebut nantinya dapat mencakup berbagai kebutuhan pendukung tenant, mulai dari perbankan, asuransi, kesehatan hingga kegiatan sosial.
Konsep tersebut diharapkan membuat tenant merasa lebih nyaman dan memiliki alasan untuk terus mengembangkan usahanya di kawasan PT KIW.
“Harapannya tenant itu akan kerasan untuk tinggal di KIW, terus berkembang, bisa membuka pabrik berikutnya dan seterusnya karena merasa bahwa di KIW ini semua sudah terlayani,” ujar Rezza.
Dengan konsep layanan yang lebih terintegrasi, PT KIW juga membidik investor baru untuk masuk ke kawasan industri tersebut.
Menurut Rezza, keberadaan tenant baru bukan hanya berdampak terhadap perkembangan PT KIW, tetapi juga diharapkan ikut memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
“Bagi tenant yang sudah ada di sini akan semakin kerasan tetap tinggal di sini. Kemudian bagi tenant yang belum, kita ingin menarik mereka agar lebih tertarik untuk bisa masuk ke KIW,” jelasnya.
PT KIW juga ingin menjadi bagian dari ekosistem industri yang sedang dikembangkan di Jawa Tengah. Masuknya investasi baru diharapkan menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi, lapangan kerja, serta perkembangan industri pendukung di wilayah tersebut.
Untuk merealisasikan ekspansi dan menarik investor, PT KIW menyebut membutuhkan dukungan pemerintah. Rezza menyebut setidaknya terdapat tiga aspek penting, yakni kemudahan perizinan lahan, perizinan tenant, serta dukungan pembangunan infrastruktur.
Pertama, PT KIW membutuhkan kerja sama pemerintah terkait perizinan penggunaan lahan untuk mendukung proses ekspansi kawasan.
Kedua, dukungan perizinan bagi tenant yang nantinya akan masuk dan berinvestasi di kawasan PT KIW juga dinilai penting.
“Yang kedua, perizinan terhadap tenant-tenant itu sendiri yang nanti akan hadir di sini. Itu juga kita butuhkan dukungan pemerintah,” katanya.
Ketiga adalah dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur. Menurut Rezza, posisi PT KIW yang berada di akses langsung jalan nasional membuat kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi semakin penting seiring ekspansi kawasan.
“Infrastruktur yang ada sekarang ini hanya cukup untuk melayani tenant-tenant yang ada. Tapi untuk tenant-tenant yang akan datang, kapasitasnya masih belum bisa untuk melayani,” ujarnya.
Rezza mengakui target pengembangan perusahaan yang ditetapkan tergolong tinggi. Namun, target tersebut dinilai harus diupayakan untuk dicapai dengan dukungan berbagai pihak.
“Secara target memang diset tinggi. Jadi memang, bisa tidak bisa, kita harus bisa capai,” tegasnya.
Menurut dia, kebutuhan investor tidak berhenti pada ketersediaan kawasan industri. Investor juga membutuhkan kepastian dan kemudahan dari berbagai sisi, termasuk perizinan, infrastruktur, serta layanan pendukung.
Karena itu, PT KIW mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pengelola kawasan dengan pemerintah.
“Investor juga menginginkan pelayanan dari sisi perizinan, infrastruktur, supporting, segala hal yang terkait dari ekosistem yang ada di Semarang,” katanya.
Sementara itu, rangkaian HUT ke-38 PT KIW juga diisi dengan kegiatan sosial melalui KIW Bazaar Festival 2026. Kegiatan diawali dengan Fun Walk sejauh 3,8 kilometer yang melibatkan masyarakat, insan PT KIW, tenant dan pemangku kepentingan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan bazar sembako murah yang menyediakan 751 paket sembako untuk masyarakat sekitar kawasan.
Setiap paket memiliki nilai Rp150.000, namun masyarakat cukup membayar Rp50.000 melalui sistem voucher.
Selain sembako murah, KIW Bazaar Festival 2026 juga menghadirkan bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha dari Kelurahan Randugarut, Karanganyar dan Tugurejo.
Kegiatan sosial lainnya berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan PT Kimia Farma Diagnostika, serta donor darah bekerja sama dengan PMI Provinsi Jawa Tengah.
Melalui rangkaian HUT ke-38 tersebut, PT KIW menegaskan tema “Expanding Bigger, Evolving Better” tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga peningkatan pelayanan, pengembangan kawasan, inovasi, tata kelola, keberlanjutan dan kontribusi sosial bagi masyarakat.
(*)










![Foto 2 Dalam talkshow kolaborasi menu spesial Go! Go! CURRY! bersama Chef Willgoz [Ki-Ka] - Chef Willgoz dan Sarah Merci](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Dalam-talkshow-kolaborasi-menu-spesial-Go-Go-CURRY-bersama-Chef-Willgoz-Ki-Ka-Chef-Willgoz-dan-Sarah-Merci-300x178.jpeg)





Komentar