KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSV7fDast/
JURANEWS.ID, SEMARANG – Tumpahan adukan semen cor diduga dari dua armada truk molen mengotori badan jalan di wilayah Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Material cor tersebut berceceran di sejumlah titik dan hingga Sabtu (29/8/2026) malam disebut belum mendapatkan penanganan.
Peristiwa itu terjadi saat dua unit truk molen bermuatan adukan semen cor melintas dari arah Kalipancur menuju kawasan Gunungpati. Salah satu truk bernomor 830 degan plat nomor B9362TIN.
Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, tumpahan pertama terjadi di tanjakan Sadeng, Gunungpati. Adukan semen berceceran di badan jalan hingga sekitar depan STIKES Semarang.
Ironisnya, kedua armada tersebut tetap melaju meninggalkan lokasi meski material cor tercecer di jalan. Pada bagian lumbung truk bertuliskan SCG yang diduga milik PT SCG Indonesia, sebuah produsen semen dan bahan material.
Tak lama kemudian, insiden serupa kembali terjadi di kawasan tanjakan Kuasen. Adukan semen kembali tumpah dan berceceran di badan jalan.
Kedua truk molen tersebut juga disebut tetap melanjutkan perjalanan tanpa terlihat melakukan upaya pembersihan terhadap material yang tercecer.
Salah satu wartawan yang berada di lokasi sempat mencoba meminta penjelasan kepada salah seorang sopir truk molen.
Saat ditanya mengenai tumpahan material tersebut, sopir yang berada di armada kedua menjawab:
“Langsung ke kantor aja, Mas. Saya enggak tahu apa-apa. Itu truk yang depan.” ujarnya.
Wartawan kemudian menanyakan perusahaan yang mengoperasikan armada tersebut serta alamatnya.
Sopir menyebut identitas perusahaan tercantum pada badan truk molen.
Ketika ditanya mengenai alamat atau nomor kontak manajemen yang dapat dihubungi, sopir tersebut menjawab:
“Ngolek ning Google wae, Ono ning Google.”
Sementara mengenai tujuan pengiriman, sopir menyebut material cor tersebut akan dikirim ke kawasan Mijen BSB.
Setelah memperoleh informasi mengenai perusahaan, wartawan kemudian mencoba menelusuri nomor kontak yang tercantum di mesin pencarian Google.
Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada jawaban dari nomor yang dihubungi.
Di sisi lain, tumpahan adukan semen yang berada di badan jalan disebut belum dibersihkan hingga Sabtu malam.
Berpotensi Membahayakan Pengguna Jalan
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi tumpahan berada di jalur yang memiliki sejumlah tanjakan dan turunan.
Material cor yang mengeras maupun masih basah di permukaan jalan berpotensi mengganggu pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Risiko tersebut dinilai semakin besar apabila pengguna jalan tidak mengetahui adanya material yang tercecer, terlebih ketika melintas di kawasan tanjakan atau turunan.
Persoalan tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab ketika material dari kendaraan pengangkut tercecer di jalan umum.
Apakah tanggung jawab hanya berada pada pengemudi, atau juga menjadi tanggung jawab perusahaan yang mengoperasikan kendaraan dan mengirim material tersebut?
Atas kejadian tersebut, aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait, termasuk Polres Semarang Kota serta Dinas Perhubungan, diharapkan melakukan pengecekan terhadap kejadian tersebut.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab tumpahan, identitas perusahaan pemilik atau pengelola armada, serta langkah tanggung jawab terhadap material yang tercecer dan keselamatan pengguna jalan.
Jika benar terdapat kelalaian dalam pengangkutan material yang kemudian membahayakan pengguna jalan, pihak yang bertanggung jawab diharapkan tidak sekadar memberikan klarifikasi, tetapi juga melakukan pembersihan dan memastikan kondisi jalan kembali aman.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan yang diduga terkait dengan dua armada truk molen tersebut belum memberikan keterangan mengenai kejadian maupun langkah penanganan tumpahan material di jalan.
(*)












Komentar