KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSbVGfbyb/
KENDAL, JURANEWS.ID – Warga Perumahan Graha Dai Persada Residence 1 di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, mengeluhkan sejumlah persoalan infrastruktur dasar yang hingga kini disebut belum mendapat penyelesaian.
Keluhan warga tersebut antara lain terkait keberadaan tiang listrik milik PT PLN (Persero) yang berdiri di area pekarangan rumah serta persoalan kebocoran jaringan air bersih yang disebut terjadi di sejumlah rumah.
Salah seorang warga, Yuli, mengatakan persoalan tiang listrik tersebut sebenarnya sudah pernah dibahas bersama pihak pengembang.
Menurutnya, pengembang sempat menggelar pertemuan dengan warga dan menyampaikan bahwa usulan pemindahan tiang akan diajukan.
Namun, hingga kini warga mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjutnya.
“Katanya saran diterima dan mau diajukan, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Saya sampai putus asa menunggu jawaban,” ujar Yuli kemarin.
Keberadaan tiang listrik di area yang disebut merupakan bagian dari pekarangan rumah menjadi salah satu persoalan yang dipertanyakan warga.
Warga berharap ada kejelasan mengenai status penempatan tiang tersebut serta kemungkinan penanganan atau pemindahan apabila memang memenuhi ketentuan teknis.
Terkait persoalan tersebut, Humas PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Agustian Bramantyo, menyampaikan agar warga menempuh mekanisme pengaduan resmi.
“tahapannya, kami rekomendasikan untuk melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau langsung mendatangi Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelas Agustian.
Dengan mekanisme tersebut, kondisi di lapangan dapat diperiksa dan ditindaklanjuti oleh unit terkait sesuai kewenangannya.
Pipa Air Bersih Disebut Bocor di Sejumlah Rumah
Selain tiang listrik, warga juga mengeluhkan persoalan jaringan air bersih di lingkungan perumahan.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku mengalami kebocoran pada saluran air di rumahnya.
“Air PAM saya bocor, Mas,” keluh warga tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kebocoran atau rembesan air disebut tidak hanya terjadi pada satu rumah, tetapi juga ditemukan di sejumlah unit lainnya.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum dapat dipastikan sumber persoalan tersebut.
Belum diketahui apakah kebocoran berkaitan dengan jaringan utama Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kendal atau berasal dari instalasi pipa di lingkungan perumahan.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan sumber kerusakan dan pihak yang memiliki kewenangan melakukan perbaikan.
Sementara itu, pihak pengembang PT Dai Persada Mulia juga telah dikonfirmasi mengenai persoalan yang dikeluhkan warga.
Danang selaku perwakilan manajerial PT Dai Persada Mulia mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi di Graha Dai Persada Residence 1.
“Kalau Dai Persada 1 saya kurang mengetahui, Mas. Karena saya mulai bertugas dari proyek Dai Persada 3,” ujar Danang.
Pernyataan tersebut menambah pertanyaan mengenai tindak lanjut persoalan infrastruktur yang dikeluhkan warga di perumahan tersebut.
Warga yang telah memenuhi kewajiban pembayaran rumah tentu berharap persoalan fasilitas dasar di lingkungan tempat tinggal mereka mendapatkan penanganan yang jelas.
Terutama terkait siapa yang bertanggung jawab melakukan perbaikan serta bagaimana mekanisme penyelesaiannya.
Hingga kini, persoalan tiang listrik dan kebocoran air bersih tersebut masih menjadi keluhan warga.
(*)
















Komentar