JURANEWS.ID, PEMALANG – Persoalan sekitar 8.000 Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang, Nurkholes, mendorong Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ikut mengambil peran dalam mencari solusi agar anak-anak tersebut dapat kembali mengakses pendidikan.
Hal itu disampaikan Nurkholes saat membuka Seminar Nasional Pendidikan bertema “Bersama PGRI Guru Profesional Berkarakter, Murid Berakhlak Mulia” di Gedung PGRI Pemalang, Sabtu (8/11/2026).
Menurut Nurkholes, tantangan pendidikan di Kabupaten Pemalang masih berkaitan dengan persoalan kualitas maupun akses pendidikan. Dari sisi kuantitas, sekitar 8.000 anak masuk kategori ATS, termasuk mereka yang tidak melanjutkan atau tidak menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMP dan SMA.
Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Sebagian anak yang tidak bersekolah diketahui berasal dari wilayah pesisir dan memilih ikut bekerja sebagai nelayan atau berlayar ketika memasuki usia sekolah SMP maupun SMA.
Nurkholes juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi kemiskinan di Kabupaten Pemalang yang masih berada di peringkat 34.
“Harapan kami PGRI mampu membuat pola dan sistem untuk mengupayakan bagaimana caranya 8 ribu anak ini bisa teratasi,” ujar Nurkholes.
Ia berharap PGRI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan langkah konkret untuk mendorong anak-anak yang putus atau tidak melanjutkan sekolah agar kembali memperoleh kesempatan pendidikan.
PGRI Siap Dukung Penanganan Persoalan Pendidikan
Ketua PGRI YPLP DM Provinsi Jawa Tengah, Mualip, menyatakan kesiapan organisasi tersebut untuk menjadi mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan pendidikan dengan mengedepankan prinsip kesetaraan dan kemandirian.
Menurutnya, PGRI dapat ikut membantu menangani sejumlah persoalan pendidikan, mulai dari anak tidak sekolah, perundungan, hingga peningkatan kualitas pembelajaran.
Di Kabupaten Pemalang, terdapat sejumlah satuan pendidikan di bawah naungan YPLP DM PGRI. Dari 42 SMK yang dikelola yayasan tersebut di Jawa Tengah, empat di antaranya berada di Pemalang. Selain itu, terdapat tiga SMK PGRI, delapan SMP PGRI, dan tiga TK PGRI.
Secara keseluruhan, YPLP DM PGRI Provinsi Jawa Tengah mendidik 37.157 siswa. Sekitar 6.000 siswa di antaranya berada di Kabupaten Pemalang.
Sementara itu, dari total 6.152 guru yang mengajar di sekolah-sekolah PGRI se-Jawa Tengah, sebanyak 387 orang bertugas di Kabupaten Pemalang.
Seminar Hadirkan Narasumber Pendidikan dan Psikologi
Seminar nasional tersebut menghadirkan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi, serta psikolog dari Universitas Islam Negeri Surakarta, Vera Imanti, sebagai narasumber.
Dalam kegiatan itu, Nurkholes bersama Muhdi juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Guru Inovatif Satuan Pendidikan tingkat TK, SMP, SMA, dan SMK PGRI se-Kabupaten Pemalang.
Penghargaan diberikan kepada para pemenang terbaik pertama, kedua, dan ketiga pada masing-masing jenjang pendidikan, dengan nilai hadiah berkisar Rp500.000 hingga Rp800.000.
Melalui kegiatan tersebut, PGRI diharapkan tidak hanya berperan dalam peningkatan profesionalisme guru, tetapi juga turut mendukung upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan akses pendidikan di Kabupaten Pemalang.
(*)














Komentar