JURANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan saat silaturahmi dan ramah tamah Rektor UGM, Pengurus Daerah Kagama Jawa Tengah, serta kontingen Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-39 UGM di Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis (5/11/2026).
Luthfi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan 123 perguruan tinggi. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan alumninya diperlukan untuk memperkuat pembangunan serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pemprov Jateng sudah menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan 123 perguruan tinggi. Kami tunggu pengabdian mahasiswa dan alumni UGM untuk masyarakat Jawa Tengah. Sudah ada contohnya, di Pemprov Jateng ini banyak juga anggota Kagama,” kata Luthfi.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari semangat collaborative government atau pemerintahan kolaboratif yang dikembangkan Pemprov Jateng.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi.
Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis melalui riset, kajian ilmiah, pengembangan teknologi tepat guna, hingga pendampingan masyarakat.
Terlebih, Jawa Tengah masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga ketahanan pangan.
Karena itu, Pemprov Jateng terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, kalangan wirausaha, serta berbagai tokoh masyarakat.
“Ini bentuk collaborative government, yang merupakan implementasi dari semangat gotong royong masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Tengah sepanjang 2026.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah telah mencapai 5,82 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Sementara itu, angka kemiskinan tercatat turun menjadi 9,21 persen dan realisasi investasi telah melampaui Rp72 triliun hingga Oktober 2026.
“Itu semua berkat kerja sama dan kolaborasi dari seluruh pihak. Jawa Tengah ini menarik untuk investasi,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan bahwa forum silaturahmi tersebut memiliki arti penting bagi keluarga besar UGM, baik dosen, mahasiswa, maupun Kagama.
Ia berharap pertemuan dan komunikasi yang terjalin dapat menghasilkan berbagai bentuk kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi civitas akademika UGM, masyarakat, serta bangsa Indonesia.
(*)








Komentar