JURANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, hingga 31 Oktober 2026 sebanyak 20,84 juta warga telah terjangkau program CKG. Sementara itu, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali di 1.603 desa dan kelurahan dengan sasaran 133.132 orang hingga 2 November 2026.
Integrasi kedua program tersebut memungkinkan masyarakat tidak hanya memperoleh pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mengakses layanan dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, perluasan program CKG dan Speling terus didorong untuk meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit di masyarakat.
Melalui Speling, dokter spesialis dapat memberikan pelayanan langsung di desa, mulai dari pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kesehatan anak, kesehatan jiwa, hingga penanganan berbagai penyakit lainnya.
“Dokter itu turun ke bawah untuk mengobati masyarakat di desa. Para warga (dapat pelayanan kesehatan) gratis,” kata Luthfi di sela kegiatan Immunity Run & Walk dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, deteksi dini juga penting untuk mengidentifikasi risiko kesehatan pada ibu hamil maupun indikasi penyakit TBC.
Apabila ditemukan dugaan TBC, petugas kesehatan akan melakukan penelusuran kontak atau tracing dan mengarahkan penanganan melalui puskesmas dengan pengawasan Dinas Kesehatan kabupaten/kota.
Angka Kematian Ibu dan Bayi Turun
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menyampaikan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah mengalami penurunan hampir 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut didukung penguatan layanan kesehatan melalui program CKG yang dipadukan dengan Speling. Integrasi layanan memungkinkan kondisi kesehatan berisiko, khususnya pada ibu hamil, diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Selain pemeriksaan kesehatan, peringatan HKN ke-62 di Jawa Tengah juga diisi berbagai layanan lintas sektor. Kegiatannya meliputi pemeriksaan penyakit dalam, deteksi dini kanker hati dan hepatitis, pemeriksaan kesehatan paru dan mata, serta edukasi pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.
“Kita ada kegiatan yang melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat, sesuai dengan tema HKN pada tahun ini, yaitu Sehat untuk Semua,” kata Zulfachmi.
Dalam momentum peringatan HKN tersebut, Ahmad Luthfi juga mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Ajakan itu diwujudkan melalui kegiatan Fun Run sejauh 6,2 kilometer dan Fun Walk sejauh 3 kilometer di Kota Semarang.
Pemprov Jateng berharap penguatan layanan pemeriksaan dan akses dokter spesialis, disertai peningkatan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, dapat mendukung pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah pedesaan.
(*)








Komentar