BNPB Catat Karhutla 5,5 Hektare di Morowali Utara, Kekeringan Klaten Berdampak 19 Ribu Jiwa

Kebakaran lahan mencapai 5,5 hektare, sementara banjir di Aceh Selatan berangsur surut.

JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 5,5 hektare di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Di tengah kejadian tersebut, krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih berdampak pada lebih dari 19 ribu jiwa.

Berdasarkan laporan BNPB hingga Kamis (5/11/2026) pukul 07.00 WIB, karhutla terbaru terjadi di Desa Bintangor Mukti, Kecamatan Lembo, Morowali Utara, pada Rabu (4/11/2026).

BPBD Kabupaten Morowali Utara telah menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparatur desa. Mobil tangki air juga disiapkan untuk mendukung pemadaman oleh tim gabungan.

Hingga laporan diterima BNPB, petugas masih melakukan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi kebakaran.

Sementara itu, penanganan krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Klaten masih berlangsung. BPBD setempat kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak tujuh tangki atau setara 35.000 liter pada Rabu (4/11/2026).

Bantuan tersebut didistribusikan kepada 537 kepala keluarga (KK) atau 1.314 jiwa di tiga desa. Wilayah penerima meliputi Desa Bawak sebanyak dua tangki, Desa Burikan di Kecamatan Cawas satu tangki, serta Desa Krakitan di Kecamatan Bayat dua tangki.

BNPB menyebut kekeringan di Klaten telah berlangsung sejak Juni 2026 akibat musim kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut berdampak pada 15 desa di tujuh kecamatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah warga terdampak mencapai 19.588 jiwa atau 5.775 KK.

Di wilayah lain, BNPB melaporkan perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Banjir yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) tersebut berdampak pada 222 KK atau 794 jiwa di tiga gampong.

Ketiga wilayah terdampak yakni Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah, serta Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon.

Berdasarkan laporan BPBD setempat pada Rabu (4/11/2026), genangan yang sebelumnya merendam rumah warga berangsur surut. Meski demikian, tim gabungan masih bersiaga dan memantau perkembangan tinggi muka air.

BPBD juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang masih mengungsi di dua lokasi. Sebanyak 40 KK berada di Kompi Brimob, Gampong Lhok Raya, sedangkan 18 KK lainnya mengungsi di Masjid Cot Bayu, Gampong Cot Bayu.

BNPB Ingatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Menyikapi kejadian karhutla, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, mengawasi aktivitas pembukaan lahan agar tidak dilakukan dengan cara membakar, serta mengoptimalkan upaya mitigasi.

Masyarakat di sekitar wilayah terdampak juga diimbau menggunakan masker, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah di area rawan kebakaran, maupun membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, BNPB mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah menjelang peralihan musim. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta bergotong royong membersihkan saluran air serta drainase untuk menjaga kelancaran aliran air.

Masyarakat juga diimbau mengenali jalur evakuasi dan lokasi aman, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan minimal tiga hari.

BNPB menegaskan pemeriksaan kondisi bendungan harus dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan dilaksanakan oleh petugas yang kompeten.

(*)

Komentar