JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan sejumlah bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Kamis (21/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (22/5/2026) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data BNPB, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan banjir rob masih menjadi ancaman utama di sejumlah daerah dan terus ditangani oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Salah satu kejadian terbaru terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, berupa banjir rob yang dipicu meningkatnya muka air laut di muara Sungai Mentaya pada Kamis (21/5).
Banjir rob tersebut merendam 13 unit rumah yang dihuni 13 kepala keluarga (KK), satu fasilitas pendidikan, serta akses jalan sepanjang 500 meter.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Desa Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur telah melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat setempat untuk penanganan darurat.
“Kondisi terkini genangan air banjir rob dilaporkan berangsur surut. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pasang air susulan,” tulis BNPB dalam laporannya.
Selain kejadian baru, BNPB juga memantau perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Kondisi banjir yang sebelumnya dipicu meluapnya Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga kini mulai membaik.
Genangan air di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan berangsur surut, sementara proses penanganan darurat dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara menurunkan dua unit alat berat ke lokasi terdampak di Kecamatan Deleng Pokhkisen dan wilayah Lawe Sumur/Bambel guna mempercepat normalisasi tanggul dan membuka akses yang tertutup material banjir.
Hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 991 jiwa dari 252 KK terdampak banjir. Selain itu, tiga unit rumah mengalami rusak ringan dan 249 rumah lainnya terdampak genangan.
Seiring surutnya air, masyarakat mulai melakukan pembersihan rumah dan fasilitas umum secara gotong royong bersama personel BPBD dan Damkar.
Dukungan air bersih juga disalurkan oleh PDAM Tirta Agara untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak pascabanjir.
Sementara itu, perkembangan positif juga terjadi di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. BNPB melaporkan genangan banjir di seluruh wilayah terdampak telah surut total.
Sebelumnya, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa (19/5) malam yang menyebabkan debit Sungai Harinjing meningkat.
Selain tingginya curah hujan, pendangkalan saluran, penyempitan gorong-gorong, dan jebolnya tanggul sepanjang dua meter turut menyebabkan air meluap ke permukiman warga di Kecamatan Kepung, Kandangan, dan Badas.
Tiga desa terdampak dalam kejadian tersebut yakni Desa Keling, Desa Karangtengah, dan Desa Krecek.
Sebanyak 129 kepala keluarga terdampak dan 129 unit rumah sempat terendam banjir. Dua akses jalan desa juga terdampak sehingga menghambat mobilitas warga.
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama TRC BPBD Kabupaten Kediri telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lapangan. Saat ini warga mulai kembali beraktivitas dan membersihkan lingkungan rumah masing-masing.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya di wilayah Aceh, Kalimantan, dan Jawa Timur untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir rob, longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
(*)







Komentar