SEMARANG, JURANEWS.ID – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan pesawat melalui latihan penanganan keadaan darurat bertajuk Modular Exercise dengan skenario Aircraft Accident, Kamis (22/10/2026).
Latihan ini digelar untuk menguji pemahaman prosedur, meningkatkan kompetensi personel, serta memastikan koordinasi antarpihak berjalan efektif ketika menghadapi situasi darurat penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan keselamatan penerbangan harus didukung kesiapan personel dan kemampuan merespons berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan bandara.
Menurutnya, latihan tersebut bertujuan memastikan setiap personel memahami tahapan penanganan kecelakaan pesawat sehingga respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Keselamatan penerbangan merupakan aspek penting yang perlu didukung melalui kesiapsiagaan personel serta kemampuan dalam menangani berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan bandara,” ujar Sulistyo dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, latihan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari penerimaan dan penyampaian informasi keadaan darurat, persiapan personel dan peralatan, hingga tindakan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Skenario latihan juga menekankan penanganan kecelakaan pesawat yang disertai potensi kebakaran. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi terpadu antara personel, unit operasional, dan pemangku kepentingan terkait.
Selain Modular Exercise, rangkaian kegiatan juga meliputi Table Top Exercise dan Media Handling Exercise. Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman terhadap prosedur darurat sekaligus kesiapan komunikasi ketika menghadapi situasi kritis.
Latihan diikuti personel dari berbagai unit di lingkungan bandara serta sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Balai Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, dan AirNav Indonesia.
Sulistyo menambahkan, latihan tersebut menjadi sarana evaluasi terhadap penerapan prosedur keselamatan dan keamanan, termasuk kesiapan Fire Station dalam menjalankan tugas penanganan keadaan darurat.
Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat, baik dari sisi kompetensi personel, kesiapan peralatan, maupun koordinasi antarpihak.
Melalui kegiatan ini, Fire Station Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat penerbangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penerapan standar keselamatan dan keamanan untuk mendukung operasional bandara yang aman dan andal.
Meski latihan menggunakan skenario kecelakaan pesawat, kegiatan ini merupakan simulasi kesiapsiagaan, bukan laporan terjadinya kecelakaan pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang.
(*)













Komentar