JURANEWS.ID, SOLO – Banjir melanda Surakarta (Solo), Jawa Tengah, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat hujan deras yang dipicu dampak tidak langsung bibit siklon tropis 92S. Peristiwa ini menyebabkan ribuan warga terdampak dan memicu upaya penanganan darurat oleh pemerintah daerah.
Di Kota Solo, hujan dengan durasi panjang yang terjadi pada Selasa (14/4) malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan data hingga Rabu (15/4) sore, sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di beberapa kelurahan, di antaranya Pajang, Joyosuran, Tipes, Bumi, hingga Kedung Lumbu. Sebagian besar genangan dilaporkan mulai surut, meskipun pendataan masih terus dilakukan.
Selain banjir, kejadian ini juga memicu talud longsor di RW 14 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Sejumlah warga sempat mengungsi ke masjid, balai warga, sekolah, dan rumah warga lainnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta bersama instansi terkait telah melakukan evakuasi, asesmen, serta penyaluran bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, dan sembako.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Bandung akibat hujan intensitas tinggi yang menyebabkan debit Sungai Cisunggalah meningkat hingga tanggul jebol. Banjir berdampak pada dua kecamatan, yakni Majalaya dan Bojongsoang, meliputi empat desa.
Data sementara mencatat sebanyak 95 KK atau sekitar 250 jiwa terdampak, serta 95 unit rumah terendam. Hingga Rabu (15/4), banjir di Kecamatan Majalaya telah surut, sedangkan di Bojongsoang tinggi muka air masih berkisar antara 10 hingga 150 sentimeter.
BPBD Kabupaten Bandung bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan pembersihan material lumpur. Masyarakat juga diimbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman saat hujan deras terjadi.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi di wilayah barat Indonesia masih dipengaruhi oleh bibit siklon tropis 92S yang berada di barat daya Sumatra. Meski sistem tersebut diperkirakan menjauh, dampaknya masih berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Sumatra bagian tengah dan selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Jawa bagian tengah dan selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga di daerah rawan banjir diminta rutin memantau tinggi muka air, membersihkan saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi peningkatan debit air.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di lereng atau bantaran sungai diingatkan untuk mewaspadai potensi longsor susulan. Pemerintah daerah juga didorong memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini guna meminimalkan risiko bencana.
Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyatakan terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
(*)














Komentar