JURANEWS.ID, NEW YORK – Ferran Torres menjawab semua keraguan dengan cara paling sempurna. Penyerang Spanyol itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-106 saat menghadapi Argentina di final Piala Dunia FIFA 2026, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, sekaligus membawa La Roja meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah.
Gol semata wayang Torres memastikan Spanyol mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 di New York New Jersey Stadium. Momen tersebut sekaligus mengubah perjalanan sang striker yang sepanjang turnamen sempat menjadi sasaran kritik akibat performanya yang dianggap belum maksimal.
Perjalanan Torres di Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Ia tampil sebagai starter pada laga pembuka melawan Tanjung Verde (Cabo Verde), namun Spanyol hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Setelah hasil mengecewakan itu, pelatih Luis de la Fuente mencadangkannya pada pertandingan berikutnya melawan Arab Saudi yang dimenangkan Spanyol 4-0.
Pada laga tersebut, Torres sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena offside. Ekspresi kecewanya terekam kamera televisi saat ia berharap gol tersebut disahkan. Momen itu menjadi simbol betapa berat perjuangan yang harus dilaluinya sepanjang turnamen.
Meski kehilangan tempat di skuad utama, Torres tidak menyerah. Ia terus bekerja keras dan memberikan kontribusi penting saat Spanyol menyingkirkan Portugal di babak 16 besar. Umpan matang yang diberikannya kepada Mikel Merino menghasilkan gol kemenangan dramatis yang mengantarkan Spanyol melaju ke perempat final.
Puncak perjuangannya terjadi pada partai final. Ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu dan kedua tim masih bermain imbang, Torres muncul sebagai pembeda. Golnya pada menit ke-106 memastikan trofi Piala Dunia kembali ke tangan Spanyol untuk kedua kalinya setelah penantian panjang sejak edisi 2010.
Usai pertandingan, Torres mengaku trofi juara jauh lebih berarti dibandingkan gol yang ia cetak.
“Gol itu bukan hal yang paling penting. Yang saya inginkan sekarang hanyalah memeluk trofi Piala Dunia ini sekuat mungkin. Ini adalah mimpi 47 juta rakyat Spanyol yang hari ini berada bersama kami di lapangan. Kami pantas menjadi juara dan telah memberikan segalanya,” ujar Torres.
Penyerang Barcelona itu juga mengenang masa-masa sulit yang dialaminya selama turnamen berlangsung. Menurutnya, kritik yang terus berdatangan justru menjadi motivasi untuk bangkit.
“Pada akhirnya ini menjadi sebuah kelegaan yang luar biasa. Saya menerima banyak kritik sepanjang Piala Dunia, tetapi saya percaya takdir sudah ditentukan. Tuhan selalu memberi saya kekuatan untuk terus berjuang hingga akhirnya saya bisa berada di titik ini,” katanya.
Berkat gol bersejarah tersebut, Ferran Torres kini sejajar dengan Andrés Iniesta sebagai pemain Spanyol yang pernah mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia. Jika Iniesta menjadi pahlawan saat menaklukkan Belanda pada final Piala Dunia 2010, kini giliran Torres yang mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Spanyol.
Torres menegaskan keberhasilan Spanyol tidak lepas dari konsistensi tim mempertahankan filosofi permainan mereka sepanjang turnamen.
“Semua pertandingan final selalu sulit, apalagi ketika Lionel Messi berada di tim lawan. Namun kami tetap percaya pada gaya bermain kami sendiri dan hari ini kami membuktikannya,” ujarnya.
Gol di final menjadi penutup sempurna perjalanan Ferran Torres di Piala Dunia 2026. Dari pemain yang kehilangan tempat di tim utama dan dihujani kritik, ia berubah menjadi pahlawan yang membawa Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.
(*)










Komentar