Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Kolaborasi Hadirkan Solusi Wealth Management Berdenominasi SGD

DBS Indonesia dan Mandiri Investasi menggabungkan kapabilitas wealth management dan pengelolaan aset untuk menawarkan strategi investasi SGD melalui tiga kelas aset: obligasi, saham, dan komoditas.

JAKARTA, JURANEWS.ID – PT Bank DBS Indonesia berkolaborasi dengan PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menghadirkan layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi Dolar Singapura (SGD).

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperluas pilihan solusi wealth management bagi nasabah affluent dan high net worth yang memiliki simpanan dalam mata uang SGD.

Melalui kerja sama ini, nasabah Bank DBS Indonesia yang memenuhi kriteria dapat mengakses layanan pengelolaan dana yang dikelola secara profesional oleh Mandiri Investasi. Strategi investasi akan disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kebutuhan diversifikasi masing-masing nasabah.

Layanan tersebut menggabungkan kapabilitas riset dan market insights global DBS Group dengan pengalaman Mandiri Investasi dalam mengelola aset.

Tiga Kelas Aset Jadi Pilihan Diversifikasi

Di tengah dinamika pasar global yang semakin kompleks, diversifikasi menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengelolaan portofolio.

Melalui skema PDNI/KPD berdenominasi SGD, portofolio nasabah dapat diarahkan ke tiga kelas aset utama, yakni fixed income, equity, dan commodity.

Pada kelas fixed income, strategi difokuskan pada pengelolaan portofolio obligasi dengan mempertimbangkan potensi imbal hasil serta risiko suku bunga dan kredit.

Sementara pada kelas equity, nasabah mendapatkan eksposur terhadap saham perusahaan berkapitalisasi besar (large-cap) sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan diversifikasi portofolio.

Adapun kelas commodity memanfaatkan emas sebagai salah satu alternatif diversifikasi dalam menghadapi dinamika pasar global.

Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen DBS menghadirkan solusi pengelolaan kekayaan yang lebih personal.

“Pengelolaan kekayaan yang unggul bukan hanya tentang menyediakan akses terhadap produk investasi, tetapi menghadirkan solusi yang dipersonalisasi sehingga benar-benar relevan dengan kebutuhan unik setiap nasabah,” ujar Melfrida.

Menurutnya, keberadaan simpanan dalam mata uang SGD dapat menjadi salah satu bagian dari strategi diversifikasi aset apabila dikelola secara terstruktur dan disesuaikan dengan profil risiko serta tujuan investasi.

Mandiri Investasi Kelola Dana Sesuai Mandat Nasabah

Dalam skema kerja sama tersebut, nasabah memberikan mandat kepada manajer investasi untuk mengelola dana berdasarkan tujuan investasi, profil risiko, dan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak.

Mandiri Investasi selanjutnya menyusun serta mengelola portofolio secara profesional dan dapat melakukan penyesuaian strategi sesuai kondisi pasar serta mandat investasi.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia menyambut positif kolaborasi tersebut.

Ia mengatakan kerja sama dengan Bank DBS Indonesia menggabungkan kapabilitas wealth management DBS dengan keahlian pengelolaan aset Mandiri Investasi.

“Kami percaya kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pengelolaan dana yang semakin relevan di tengah kebutuhan nasabah akan diversifikasi portofolio dan pengelolaan aset secara menyeluruh,” katanya.

SGD dan Diversifikasi Portofolio

Dalam keterangan perusahaan, Dolar Singapura dinilai memiliki peran penting dalam ekosistem keuangan Asia, seiring posisi Singapura sebagai salah satu pusat keuangan regional.

DBS juga merujuk pada DBS CIO Insights 3Q26 yang menempatkan diversifikasi sebagai bagian penting dalam menghadapi dinamika pasar, dengan peluang investasi yang tersedia secara selektif di berbagai kelas aset dan kawasan.

Melalui kerja sama tersebut, DBS dan Mandiri Investasi berharap nasabah dapat memiliki alternatif pengelolaan dana yang lebih terstruktur, khususnya bagi mereka yang telah memiliki simpanan dalam SGD.

Mandiri Investasi sendiri disebut memiliki dana kelolaan lebih dari Rp62 triliun per Juli 2026.

Sementara itu, Bank DBS Indonesia terus mengembangkan layanan wealth management dengan dukungan riset dan wawasan pasar dari DBS Group untuk membantu nasabah memahami perkembangan ekonomi dan pasar global.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kedua institusi memperluas solusi pengelolaan kekayaan serta membantu nasabah menghadapi ketidakpastian pasar dengan strategi diversifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

(*)

Komentar