BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana di Indonesia dalam 24 Jam Terakhir

Sejumlah wilayah di Jawa terdampak banjir dan angin kencang, tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat pohon tumbang di Batang.

JURANEW.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan berbagai kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir hingga Rabu (5/3) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun Direktorat Koordinasi dan Pengendalian Operasi, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan cuaca ekstrem masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama berbagai peristiwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, hujan lebat yang terjadi pada Senin (2/3) menyebabkan saluran drainase meluap hingga merendam 19 rumah warga di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Banjir dipicu oleh tumpukan sampah dan ranting yang menyumbat saluran air. Setelah dilakukan pembersihan oleh BPBD setempat, banjir dilaporkan telah surut pada Rabu (4/3).

Banjir juga melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada hari yang sama. Sebanyak 967 rumah di sembilan kecamatan terdampak akibat luapan air. Tim BPBD setempat mengerahkan pompa air dan perahu karet untuk membantu evakuasi warga serta distribusi logistik. Hingga Rabu (4/3), genangan air dilaporkan mulai surut dengan ketinggian tersisa sekitar 10 sentimeter.

Di Jawa Tengah, banjir terjadi di Kabupaten Klaten pada Selasa (3/3) akibat kerusakan talud yang dipicu hujan deras. Bencana ini berdampak pada lebih dari seribu rumah serta berbagai fasilitas umum, termasuk 13 fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, 19 tempat ibadah, dan satu kantor kepolisian sektor. Sebanyak 121 warga sempat mengungsi sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut pada Rabu (4/3).

Peristiwa banjir serupa juga terjadi di Semarang, tepatnya di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu. Talud sungai yang jebol akibat hujan deras menyebabkan banjir merendam 40 rumah dan satu pesantren pada Rabu (4/3). BPBD bersama warga melakukan pembersihan lumpur, sementara kondisi banjir kini dilaporkan berangsur surut.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, angin kencang yang terjadi pada Rabu (4/3) mengakibatkan 13 rumah warga terdampak, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, peristiwa cuaca ekstrem di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menimbulkan korban jiwa. Pohon tumbang yang menimpa kendaraan dan jaringan listrik menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Petugas BPBD bersama instansi terkait segera melakukan evakuasi serta pembersihan material pohon yang menghambat arus lalu lintas.

Angin kencang juga terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang menyebabkan pohon tumbang di 11 kecamatan dan menutup akses jalan warga. BPBD setempat melaporkan enam warga mengalami luka ringan, sementara 23 rumah dan satu bangunan tempat pelelangan ikan mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Jawa Barat, cuaca ekstrem turut melanda Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis. Di Pangandaran, 24 rumah warga dilaporkan rusak akibat angin kencang dan pohon tumbang. Sedangkan di Ciamis, 14 rumah mengalami kerusakan ringan, tiga fasilitas umum terdampak, serta 11 warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Di Jawa Timur, angin kencang juga terjadi di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Di Blitar, 30 rumah rusak ringan serta satu fasilitas pendidikan terdampak akibat pohon tumbang. Sementara di Tulungagung, sebanyak 91 rumah mengalami kerusakan ringan di tiga kecamatan.
Pencarian Korban Banjir Lahar Magelang Masih Berlanjut
BNPB juga memberikan perkembangan terbaru terkait banjir lahar hujan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang terjadi pada Selasa (3/3). Dari empat korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, dua orang telah ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Operasi pencarian pada Kamis (5/3) dilanjutkan dengan penambahan personel serta dukungan alat berat. Tim gabungan juga melakukan pembersihan material lumpur, pemasangan rambu pengalihan arus lalu lintas, serta pembangunan jembatan darurat dari bambu untuk membantu mobilitas warga di lokasi terdampak.
BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
Mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk periode 5–7 Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan langkah mitigasi sederhana seperti membersihkan saluran drainase, memeriksa kondisi tanggul, serta memangkas dahan pohon yang rimbun guna mengurangi risiko pohon tumbang.
Selain itu, pemerintah daerah melalui BPBD diminta memperkuat kesiapsiagaan dari sisi personel, peralatan, serta rencana kedaruratan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

(*)

Komentar