BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Karhutla di Jambi

Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan hingga 12 Juni 2026 untuk meningkatkan curah hujan dan mengurangi risiko kebakaran hutan serta lahan di wilayah rawan karhutla.

JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat seiring masuknya musim kemarau.

 

Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Jambi pada dasarian pertama Juni 2026. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla yang berlaku sejak 27 April hingga 30 November 2026.

 

OMC dilaksanakan mulai 5 hingga 12 Juni 2026 atas permintaan Gubernur Jambi kepada BNPB. Operasi ini melibatkan BNPB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara dengan pusat kegiatan di Bandara Sultan Thaha, Jambi.

 

Pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (5/6), pesawat dan bahan baku OMC tiba di Jambi dan langsung melakukan satu sorti penerbangan penyemaian garam sebanyak satu ton pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Operasi dilakukan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi.

 

Hasilnya, hujan dilaporkan turun di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi setelah operasi berlangsung. Keesokan harinya, Sabtu (6/6), OMC kembali dilakukan dengan satu sorti penerbangan di atas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan kembali memicu terjadinya hujan di daerah tersebut.

 

BNPB menyebut dukungan OMC di Jambi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam penanganan karhutla di enam provinsi prioritas nasional.

 

Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, pada 6 Mei 2026.

 

Menurut Suharyanto, pemerintah pusat siap memberikan dukungan operasi udara, termasuk OMC, kepada enam provinsi prioritas apabila terdapat permohonan dari pemerintah daerah.

 

“Langkah-langkah yang dilakukan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan merupakan kombinasi antara pencegahan dan pemadaman. Sebelum api meluas, Operasi Modifikasi Cuaca perlu dilakukan untuk membasahi lahan gambut sehingga sulit terbakar dan apabila terjadi kebakaran akan lebih mudah dipadamkan,” ujarnya.

 

Menghadapi musim kemarau yang berpotensi memperburuk bencana asap akibat karhutla, BNPB juga kembali mengingatkan seluruh pihak untuk menjalankan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

 

BNPB mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian untuk memperkuat upaya pencegahan dini guna meminimalkan risiko terjadinya karhutla.

 

(*)

Komentar

News Feed