JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada awal November 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, serta kekeringan masih mendominasi laporan bencana yang berdampak pada masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, periode Sabtu (7/11/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (8/11/2026) pukul 07.00 WIB, salah satu kejadian yang menjadi perhatian terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Pohon berdiameter sekitar 90 sentimeter tumbang dan menimpa sejumlah wisatawan di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Sabtu (7/11/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat terkena ranting pohon.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Dhea Sivaul Qolbi (19). Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kendal, Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, TNI, Polri, Sarda Jawa Tengah, dan Damkar Sektor Boja melakukan evakuasi.
Proses evakuasi selesai pukul 18.32 WIB. Korban dibawa ke Puskesmas Limbangan, kemudian jenazah diteruskan ke RSUD dr. H. Soewondo Kendal untuk pemulasaran.
BNPB menyebut hujan yang mengguyur wilayah tersebut sehari sebelumnya diduga menjadi salah satu faktor penyebab pohon tumbang.
Karhutla Meluas di Sulawesi
Selain cuaca ekstrem, karhutla masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi.
Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kebakaran melanda kawasan Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, pada Kamis (5/11/2026). Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.15 WITA pada Jumat (6/11/2026). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kebakaran juga terjadi di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sekitar empat hektare lahan terbakar akibat aktivitas pembakaran lahan oleh pemiliknya. Hingga Sabtu (7/11/2026), api telah berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan.
Sementara di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kebakaran lahan di Desa Tembe, Kecamatan Rarowatu Utara, menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Pemerintah Kabupaten Bombana sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan atau Lahan Tahun 2026 hingga 30 November mendatang.
Adapun di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, karhutla melanda kawasan Pegunungan Buntu Kamiri, meliputi Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, dan Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai enam hektare.
Kondisi lahan yang kering dan angin kencang membuat api cepat merambat. Hingga Sabtu malam, api masih terpantau menyala di kawasan Gunung Buntu Kamiri, sedangkan kebakaran di Desa Sampano telah berhasil dipadamkan.
Dampak kekeringan juga masih dirasakan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Musim kemarau sejak Agustus 2026 menyebabkan berkurangnya cadangan air bersih warga.
BNPB mencatat sekitar 1.868 kepala keluarga atau 5.574 jiwa di 15 desa pada empat kecamatan terdampak, yakni Bulagi, Bulagi Selatan, Peijing Tengah, dan Bulagi Utara.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan telah mendistribusikan 520.000 liter air bersih ke 29 dusun. Setiap dusun atau desa mendapatkan dua bak penampungan dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Cuaca Ekstrem Rusak Rumah di Jawa dan Sumatera
Kejadian cuaca ekstrem juga dilaporkan di Kabupaten Ciamis dan Bogor, Jawa Barat.
Di Ciamis, hujan disertai angin kencang pada Jumat (6/11/2026) menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan di Desa Giriharja, Kecamatan Rancah, serta Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa.
Sebanyak 61 kepala keluarga atau 204 jiwa terdampak. Kerusakan meliputi 60 rumah rusak ringan, tiga rumah rusak sedang, tiga fasilitas umum rusak sedang, serta satu tempat usaha rusak berat. Tidak ada laporan pengungsian.
Sementara di Kabupaten Bogor, hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang berdampak pada empat desa di Kecamatan Ciseeng dan Citeureup. Sebanyak 31 kepala keluarga atau 132 jiwa terdampak. Satu keluarga dengan tiga jiwa sempat mengungsi ke rumah kerabat.
BNPB mencatat kerusakan di wilayah tersebut meliputi satu rumah rusak berat, 11 rumah rusak sedang, 19 rumah rusak ringan, serta satu warung rusak ringan.
Angin puting beliung juga melanda enam desa di Kecamatan Sei Rampah dan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Sebanyak 10 kepala keluarga terdampak dan 10 rumah mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsian.
BNPB Ingatkan Kesiapsiagaan Masyarakat
Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama memasuki masa peralihan musim.
Masyarakat diminta memangkas ranting pohon yang rapuh, memeriksa kondisi atap dan bangunan, serta menghindari berteduh di bawah pohon maupun baliho ketika terjadi hujan disertai angin kencang.
Wisatawan yang berkunjung ke kawasan alam, khususnya air terjun dan jalur pegunungan, juga diminta memperhatikan kondisi cuaca serta mengikuti arahan petugas apabila situasi dinilai tidak aman.
Untuk mengantisipasi karhutla, masyarakat diingatkan tidak membakar lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan. Apabila menemukan titik api, warga diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani sejak dini.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, membersihkan saluran air, memahami jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat untuk tiga hari.
Pemerintah daerah turut diminta memperkuat kesiapsiagaan melalui pemetaan wilayah rawan, penyiapan personel dan peralatan, penguatan sistem peringatan dini, sosialisasi evakuasi mandiri, serta pembersihan sungai dan fasilitas pengendali banjir.
(*)












![[Foto Ilustrasi] Dari Promo Rp11 hingga Hadiah Miliaran Rupiah, Intip Keseruan Promo DANA 11.11](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/11/Foto-Ilustrasi-Dari-Promo-Rp11-hingga-Hadiah-Miliaran-Rupiah-Intip-Keseruan-Promo-DANA-11.11-300x178.jpeg)

Komentar