BNPB Catat Lima Kejadian Bencana di Sejumlah Daerah, Rumah Warga di Sanggau dan Kediri Rusak

Kebakaran TPA, karhutla, banjir, tanah longsor, dan angin kencang dilaporkan terjadi di lima kabupaten.

JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lima kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Jumat (6/11/2026) pukul 07.00 WIB. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA), kebakaran lahan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir disertai tanah longsor, serta angin kencang.

Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, kejadian tersebut tersebar di Kabupaten Tojo Una-Una, Sanggau, Kediri, Magetan, dan Luwu.

Dampak cukup signifikan dilaporkan terjadi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, serta Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bencana di kedua wilayah tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan sebagian masyarakat harus mengungsi.

Di Kabupaten Sanggau, banjir disertai tanah longsor terjadi di Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi sejak Selasa (3/11/2026) dini hari yang menyebabkan peningkatan debit air dan kondisi tanah menjadi jenuh serta labil.

Material longsor dilaporkan mengenai sejumlah rumah warga. Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Sanggau, sebanyak 13 jiwa terdampak, termasuk tiga orang yang harus mengungsi. Selain itu, lima unit rumah dilaporkan terdampak.

BPBD bersama perangkat desa dan masyarakat setempat telah melakukan asesmen serta pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak.

Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (4/11/2026).

BNPB melaporkan kejadian tersebut berdampak pada 81 kepala keluarga (KK). Kerusakan tercatat pada 80 unit rumah, terdiri atas satu rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan 78 rusak ringan.

Selain rumah warga, satu fasilitas pendidikan juga dilaporkan terdampak.

BPBD Kabupaten Kediri bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan makanan siap saji. Tim gabungan juga melakukan pembersihan material serta pendataan kerusakan bangunan.

Hingga Kamis (5/11/2026), proses pembersihan material rumah yang rusak masih berlangsung.

Kebakaran Terjadi di Tiga Wilayah

Selain bencana hidrometeorologi, BNPB mencatat tiga kejadian kebakaran di wilayah Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kebakaran pertama terjadi di tempat pemrosesan akhir (TPA) Dusun Jompi, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 02.45 WITA.

Kebakaran tersebut melanda area sekitar satu hektare. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una mengerahkan petugas pemadam dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil Dinas Sosial.

Berdasarkan laporan Jumat (6/11/2026), tim gabungan berhasil memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran lahan juga terjadi di Dukuh Ngancar, Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Kamis (5/11/2026).

Api membakar lahan yang ditumbuhi tanaman bambu dan jati seluas sekitar satu hektare. BPBD Kabupaten Magetan bersama tim gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan selang air. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Adapun di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Balla, Kecamatan Bajo, pada Kamis (5/11/2026).

Kebakaran tersebut melanda lahan perkebunan kakao milik warga dengan luas sekitar satu hektare. BPBD Kabupaten Luwu bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dikendalikan.

Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik kering maupun basah, seiring berlangsungnya masa peralihan musim di sejumlah wilayah Indonesia.

Pemerintah daerah diminta mengintensifkan patroli dan pemantauan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diingatkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah secara terbuka, maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan rawan kebakaran dan sekitar TPA.

Sementara itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor diminta meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di sekitar lereng dan bantaran sungai saat cuaca memburuk serta segera menuju tempat aman apabila muncul tanda-tanda bahaya atau terdapat arahan evakuasi dari petugas.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, melakukan normalisasi alur sungai sesuai kebutuhan, serta memeriksa kondisi tanggul dan melakukan penguatan apabila diperlukan.

(*)

Komentar

News Feed