VIDEO Bukan Sekadar Ikan Asap, Sentra Bandarharjo Semarang Jadi Penggerak Ekonomi Warga Puluhan Tahun

Bertahan puluhan tahun, Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo menjadi tempat produksi ikan manyung, tongkol hingga pari sekaligus menggerakkan ekonomi warga Semarang Utara.

KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSq6heXde/

SEMARANG, JURANEWS.ID – Kepulan asap putih setiap pagi menjadi pemandangan khas di kawasan Jalan Lodan Raya, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (5/9).

Di kawasan tersebut, aktivitas pengasapan ikan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

Sentra yang dikenal sebagai Kampung Mangut atau Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo itu hingga kini masih bertahan dan menjadi salah satu sentra kuliner khas Kota Semarang.

Berbagai jenis ikan, seperti manyung, tongkol hingga ikan pari, diolah melalui proses pengasapan sebelum dipasarkan kepada masyarakat.

Aktivitas tersebut bukan sekadar menghasilkan produk kuliner, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar.

Sentra pengasapan ikan Bandarharjo telah berkembang menjadi kawasan usaha masyarakat yang cukup dikenal.

Dokumen Pemerintah Kota Semarang menyebut terdapat sekitar 25 rumah pengasapan yang berada di kawasan sentra tersebut. Mayoritas pelaku usaha telah menjalankan aktivitas pengasapan ikan selama puluhan tahun.

Sementara itu, laporan pada 2025 mencatat terdapat sekitar 23 pelaku usaha pengasapan ikan di kawasan tersebut yang memproduksi ikan manyung, tongkol dan pari.

Produksi ikan asap tidak hanya memenuhi kebutuhan warga Kota Semarang. Sejumlah pelaku usaha juga melayani permintaan dari luar daerah.

Dari Ikan Manyung hingga Kuliner Mangut

Salah satu produk yang paling identik dengan sentra ini adalah ikan manyung asap yang kemudian diolah menjadi masakan mangut.

Kuliner tersebut menjadi salah satu makanan yang lekat dengan karakter kuliner pesisir Semarang.

Proses pengolahannya dilakukan melalui sejumlah tahapan. Ikan terlebih dahulu dibersihkan dan dipotong sesuai kebutuhan. Beberapa bagian ikan, seperti kepala dan perut, menjalani proses penjemuran sebelum kemudian diasap.

Setelah melalui proses pengasapan, ikan kemudian dipasarkan dalam bentuk ikan asap maupun menjadi bahan berbagai olahan makanan.

Keberadaan sentra ini turut menciptakan aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kelurahan Bandarharjo mencatat kawasan Kampung Mangoet di Jalan Lodan Raya menjadi pusat pedagang ikan asap. Produksi yang dihasilkan kemudian dipasok ke sejumlah pasar di Kota Semarang maupun wilayah lainnya.

Pengembangan produk juga dilakukan melalui diversifikasi olahan. Beberapa kelompok masyarakat pernah mengembangkan produk turunan seperti abon mangut, sambal ikan panggang dan kerupuk ikan.

Keberadaan Sentra Ikan Asap Bandarharjo menunjukkan bagaimana tradisi pengolahan hasil laut dapat bertahan di tengah perkembangan Kota Semarang.

Tantangannya kini bukan hanya mempertahankan produksi, tetapi juga menjaga kualitas, kebersihan, sanitasi, pemasaran, serta mengembangkan inovasi produk agar mampu bersaing dengan kuliner modern.

Dengan dukungan infrastruktur dan pengembangan usaha, sentra pengasapan ikan Bandarharjo berpeluang semakin kuat sebagai salah satu ikon kuliner sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir Kota Semarang.

(*)

Komentar