Dana Stimulan Rumah Pascabencana Disalurkan, 4.347 KK di Bireuen Terima Bantuan

Total Rp86 Miliar Disalurkan, Warga Rusak Ringan dan Sedang Terima Bantuan Tahap II

JURANEWS.ID, KABUPATEN BIREUEN – Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Hidrometeorologi Sumatra merealisasikan penyaluran dana stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Khusus di Kabupaten Bireuen, penyerahan bantuan dipusatkan di Pendopo Bupati Bireuen dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya.

Pada tahap II ini, sebanyak 4.347 kepala keluarga (KK) menerima dana stimulan dalam bentuk buku tabungan Bank BSI. Rinciannya, 2.954 KK kategori rusak ringan memperoleh Rp15 juta per KK dan 1.393 KK kategori rusak sedang menerima Rp30 juta per KK. Total alokasi dana yang disalurkan mencapai Rp86 miliar.

Dalam arahannya secara daring, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat tidak berlarut dalam ketidakpastian pascabencana. Ia berharap dana tersebut dimanfaatkan secara efektif untuk memulihkan fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang aman.

Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan penyaluran dana ini menjadi bukti kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat hingga pulih sepenuhnya. Ia juga mengingatkan agar bantuan digunakan sesuai ketentuan perundang-undangan dan mengedepankan prinsip akuntabilitas.

Skema DTH dan Pembangunan Huntap

Bagi warga dengan kategori rusak berat atau kehilangan tempat tinggal, pemerintah menyiapkan skema perlindungan transisi berupa Hunian Sementara (Huntara) atau Dana Tunggu Hunian (DTH) sebelum Hunian Tetap (Huntap) rampung.

Di Kabupaten Bireuen, seluruh warga kategori rusak berat memilih skema DTH sebagai biaya sewa hunian sementara. Hingga 3 Maret 2026, tercatat 1.054 KK telah menerima DTH sebesar Rp600 ribu per bulan berdasarkan verifikasi pemerintah daerah, BNPB, dan Bank BSI.

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga telah mengusulkan pembangunan 365 unit Huntap secara insitu yang akan dikerjakan BNPB. Selain itu, melalui kolaborasi dengan mitra DT Peduli dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), akan dibangun 93 unit Huntap relokasi terpusat di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka (45 unit) dan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli (48 unit).

Sebanyak 596 unit Huntara relokasi mandiri juga direncanakan dibangun melalui pembiayaan BNPB. Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap verifikasi dan uji publik untuk memastikan akurasi serta akuntabilitas data.

Harapan Warga

Penyaluran dana ini menjadi angin segar bagi warga terdampak. Mustirah, penerima bantuan kategori rusak ringan akibat banjir bandang November 2025, mengaku bersyukur atas bantuan Rp15 juta yang diterimanya untuk membeli material bangunan dan memperbaiki rumah secara mandiri.

Hal serupa disampaikan Darmansyah, penerima bantuan kategori rusak sedang akibat fenomena Siklon Senyar. Ia menyebut dana Rp30 juta sangat membantu memperbaiki hampir separuh bangunan rumahnya yang rusak.

Penyaluran dana stimulan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pemerintah pusat dan daerah menegaskan akan terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar bantuan tepat sasaran dan masyarakat dapat kembali menata kehidupan dengan hunian yang lebih aman dan tangguh.

 

(*)

Komentar