SEMARANG, JURANEWS.ID – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional. Salah satu dosennya, Kholfan Zubair Taqo Sidqi, mengikuti program pelatihan Comprehensive Disaster Risk Management Iteration-II yang digelar di National Institute of Disaster Management (NIDM), Rohini, New Delhi, India.
Pelatihan internasional tersebut berlangsung selama 3–14 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) Programme, program pengembangan kapasitas yang didanai penuh oleh Pemerintah India.
Keikutsertaan dosen Unwahas dalam program tersebut diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) Unwahas sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan akademik dan kerja sama internasional.
Dalam program tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan terkait berbagai aspek pengelolaan risiko bencana secara komprehensif.
Materi yang dipelajari meliputi strategi mitigasi bencana, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, penanganan kondisi darurat, hingga proses pemulihan pascabencana.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami pendekatan penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Selain mendapatkan pengetahuan teknis, peserta juga berkesempatan bertukar pengalaman dengan berbagai pihak dari latar belakang internasional terkait strategi membangun masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman bencana.
Perkuat Kerja Sama Unwahas dengan India
Partisipasi Unwahas dalam Program ITEC juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama dengan Konsul Kehormatan India di Surabaya dan Kedutaan Besar India di Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, Unwahas terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi sivitas akademika agar memiliki wawasan global.
Pengalaman yang diperoleh Kholfan selama mengikuti pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan akademik, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Unwahas menilai isu kebencanaan menjadi salah satu bidang penting yang membutuhkan kolaborasi dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
Dengan mengikuti program internasional tersebut, diharapkan muncul kontribusi akademik yang mampu memperkuat budaya kesiapsiagaan serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Keikutsertaan dosen Unwahas dalam pelatihan ITEC menjadi bukti komitmen perguruan tinggi tersebut dalam memperkuat kerja sama global sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
(*)
















Komentar