SEMARANG, JURANEWS.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) membekali ribuan mahasiswa baru dengan penguatan wawasan kebangsaan sebelum memulai perjalanan akademiknya.
Dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNDIP Tahun Akademik 2026/2027, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., hadir memberikan kuliah umum tentang nasionalisme, geopolitik, dan literasi digital.
Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Rabu (5/8/2026), menjadi bagian dari Sidang Terbuka Senat Akademik sekaligus penyambutan resmi mahasiswa baru sebagai keluarga besar UNDIP.
Pada tahun akademik 2026/2027, UNDIP menerima sebanyak 16.267 mahasiswa baru yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai program Sarjana (S1), Sarjana Terapan (D4), Magister (S2), Doktor (S3), Profesi, hingga Spesialis.
Dalam kuliah umum bertema “Gebyar Wawasan Kebangsaan Lemhannas RI: Memperkuat Nasionalisme, Membangun Pemahaman Geopolitik bagi Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro”, Ace Hasan menekankan pentingnya generasi muda memahami kondisi bangsa di tengah perubahan global.
Menurutnya, nasionalisme dan geopolitik bukan sekadar teori yang dipelajari di ruang kelas, melainkan menjadi bekal mahasiswa untuk memahami tantangan masa depan.
Ia menyebut mahasiswa unggul harus memiliki tiga fondasi utama, yakni kompetensi keilmuan, kekuatan karakter, dan komitmen terhadap kemajuan bangsa.
“Para mahasiswa baru ini merupakan generasi unggul yang berasal dari berbagai latar belakang program studi. Posisi mereka sangat strategis, sehingga penguatan nasionalisme dan rasa cinta tanah air perlu ditanamkan sejak dini,” ujar Ace Hasan.
Era Digital Jadi Tantangan Generasi Muda
Ace Hasan juga menyoroti tantangan generasi Z yang hidup di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Menurutnya, kemampuan mengakses informasi harus diimbangi dengan nilai kebangsaan agar mahasiswa mampu menyaring berbagai pengaruh yang masuk melalui ruang digital.
Ia mengingatkan bahwa teknologi berbasis algoritma harus digunakan secara bijak agar tidak mengganggu ketahanan sosial maupun budaya bangsa.
“Kemudahan menyerap data digital harus diimbangi dengan filter nilai kebangsaan agar fondasi berpikir mereka tetap kokoh,” pesannya.
Kepada mahasiswa baru UNDIP, Ace Hasan mendorong agar masa kuliah dimanfaatkan untuk membangun karakter, memperluas wawasan, mengasah kepemimpinan, serta berani menghasilkan karya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga integritas, berpikir kritis, merawat persatuan, dan mencintai Indonesia.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa sejak awal memasuki dunia kampus.
Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial dan karakter kebangsaan.
“UNDIP berkomitmen menjadi kampus rakyat sekaligus kampus kebangsaan. Kecintaan kepada bangsa harus terlihat dari teknologi, inovasi, riset, dan karya yang bisa kita deliver kepada masyarakat,” ujar Suharnomo.
Ia mencontohkan berbagai kontribusi UNDIP melalui pengembangan teknologi pengolahan air (water treatment) hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap persoalan masyarakat.
Selain itu, Rektor UNDIP juga mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya etika dalam menggunakan teknologi digital.
Menurutnya, literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup tanggung jawab terhadap perilaku di ruang maya.
“Kita bisa santun di dunia nyata, tetapi jangan sampai kurang santun di dunia maya. Keduanya harus dijaga dengan baik,” katanya.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menyampaikan bahwa mahasiswa baru akan mengikuti rangkaian kegiatan lanjutan.
Agenda tersebut meliputi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 10–11 Agustus 2026, Pendidikan Karakter (Pendikar) pada 12–14 Agustus 2026, serta Orientasi Diponegoro Muda (ODM) pada 15 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami sistem pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, serta membangun kesiapan menjalani kehidupan akademik.
Dalam kegiatan PMB tersebut, UNDIP juga meluncurkan KTM Combo BTN Universitas Diponegoro sebagai bagian dari penguatan layanan mahasiswa melalui kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Melalui penguatan wawasan kebangsaan, karakter, dan literasi digital, UNDIP menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
(*)













Komentar