JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru situasi bencana di Indonesia pada periode 4–5 Agustus 2026.
Sejumlah wilayah di Tanah Air dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, cuaca ekstrem, hingga krisis air bersih akibat musim kemarau.
Karhutla menjadi bencana yang paling mendominasi dengan ratusan hektare lahan terbakar di Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Salah satu kejadian terbesar terjadi di kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. BPBD setempat memperkirakan sekitar 300 hektare lahan terbakar dan hingga kini masih terdapat sejumlah titik api yang dipicu kondisi angin kencang.
Di Kalimantan Timur, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Berau, Kota Bontang, dan Kabupaten Paser. Total puluhan hektare lahan terbakar, meski sebagian besar titik api berhasil dikendalikan petugas gabungan.
Sementara di Jawa Tengah, kebakaran lahan tercatat terjadi di Kabupaten Cilacap, Klaten, Sukoharjo, dan Kudus. Selain membakar area persawahan dan semak belukar, api di Kudus bahkan sempat mendekati permukiman warga dan sebuah SPBU sebelum berhasil dipadamkan.
Selain karhutla, BNPB juga mencatat banjir akibat hujan deras di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, yang menyebabkan satu warga meninggal dunia setelah tertimpa pohon kelapa. Banjir juga merendam lahan pertanian dan akses jalan.
Banjir serupa terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebanyak 17 rumah dan satu fasilitas pendidikan terdampak akibat meluapnya Sungai Batang Patai, meski genangan kini telah berangsur surut.
Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, angin kencang merusak sedikitnya 11 rumah warga di enam kecamatan.
Musim kemarau juga mulai memicu krisis air bersih di sejumlah daerah Jawa Tengah. BNPB mencatat sebanyak 1.260 kepala keluarga di Kabupaten Jepara mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit sumber mata air.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Semarang. Sedikitnya 646 kepala keluarga atau 1.308 jiwa di tujuh desa terdampak kekeringan. BPBD bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Di sisi lain, BNPB juga melaporkan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat 454 kasus DBD dengan lima korban meninggal dunia.
BNPB mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama selama musim kemarau.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghindari pembakaran sampah sembarangan, menghemat penggunaan air di wilayah terdampak kekeringan, serta selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait.
Sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana serta mempercepat penanganan di berbagai daerah.
(*)












Komentar