JURANEWS.ID, JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan JETOUR di panggung internasional. Film dokumenter berjudul “Return of the Cheetah: Horn of Africa” yang diproduksi bersama Discovery Channel berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Telly Awards ke-47, salah satu penghargaan paling prestisius di industri televisi dan video dunia.
Tak tanggung-tanggung, dokumenter tersebut meraih Gold Winner untuk kategori General Documentary: Short Form, serta dua penghargaan Silver Winner pada kategori Craft: Videography & Cinematography dan General: Nature & Wildlife.
Prestasi itu semakin lengkap setelah dokumenter tersebut juga memenangkan Gold Tower Award dalam ajang New York Festivals Advertising Awards, mengukuhkan pengakuan dunia terhadap kualitas produksi sekaligus pesan kuat mengenai pelestarian satwa liar.
Dokumenter tentang Cheetah yang Menginspirasi Dunia
Telly Awards yang berdiri sejak 1979 dikenal sebagai salah satu penghargaan paling bergengsi di industri televisi global dan kerap dijuluki sebagai “Oscar-nya televisi Amerika”.
Pada tahun 2026, lebih dari 13.000 karya dari 55 negara bersaing memperebutkan penghargaan tersebut dan dinilai oleh lebih dari 250 profesional industri kreatif dunia.
Keberhasilan dokumenter Return of the Cheetah: Horn of Africa menunjukkan bahwa isu konservasi lingkungan dapat dikemas menjadi karya visual berkualitas tinggi yang mampu menyentuh audiens internasional.
Populasi Cheetah Tinggal 7.500 Ekor, JETOUR Turun Tangan
Di balik penghargaan yang diraih, dokumenter ini mengangkat isu serius mengenai ancaman terhadap populasi cheetah liar yang terus menurun akibat kerusakan habitat dan perdagangan satwa ilegal.
Saat ini, jumlah cheetah liar di dunia diperkirakan tersisa kurang dari 7.500 ekor.
Melalui program sosial global Return of the Cheetah, JETOUR menjalin kemitraan strategis dengan Cheetah Conservation Fund (CCF) sejak 2024 untuk mendukung upaya konservasi satwa tercepat di dunia tersebut.
Program tersebut dimulai di Namibia dengan fokus penyelamatan cheetah liar, kemudian diperluas ke Somaliland pada 2025 melalui pembangunan kawasan konservasi khusus sekaligus produksi dokumenter yang kini meraih penghargaan internasional.
Pada 2026, program konservasi itu akan berlanjut ke Afrika Selatan dengan fokus pada keberlanjutan populasi cheetah dalam jangka panjang.
Bukan Sekadar Jual Mobil, JETOUR Fokus pada Aksi Sosial Global
Kesuksesan dokumenter ini juga memperkuat filosofi global JETOUR, yakni “Travel+ Public Welfare”, yang menggabungkan semangat perjalanan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui slogan “In Somewhere, For Somewhere, Be Somewhere”, JETOUR aktif menjalankan berbagai program sosial di berbagai belahan dunia.
Di Timur Tengah, perusahaan mendukung pengembangan talenta muda sepak bola dan program bantuan bagi pasien kanker. Di Asia Tenggara, JETOUR terlibat dalam konservasi penyu. Sementara di Amerika Tengah dan Selatan, perusahaan menjalankan program penghijauan dan penanaman pohon untuk mendukung pelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, di kawasan CIS, JETOUR juga membantu pembangunan infrastruktur jalan pedesaan dan berbagai program pelestarian lingkungan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
JETOUR: Perjalanan Harus Memberi Dampak Positif
Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan penghargaan internasional yang diraih dokumenter tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
“Penghargaan internasional yang diraih dokumenter Return of the Cheetah: Horn of Africa merupakan bukti bahwa komitmen JETOUR terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata. Bagi JETOUR, perjalanan tidak hanya tentang menjelajahi destinasi baru, tetapi juga tentang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di setiap tempat yang kami hadir,” ujarnya.
Ke depan, JETOUR menegaskan akan terus memperluas berbagai program sosial dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan perusahaan di tingkat global.
(*)
















Komentar