Pengabdian Tanpa Lelah, Alumnus FK UNDIP Layani Kesehatan Mata di Papua

Dedikasi Dokter Spesialis Mata Lulusan FK UNDIP Hadirkan Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Papua

JURANEWS.ID, SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mencetak tenaga medis berkualitas. Salah satu alumninya, dr. Samuel Octovianus Dimara, Sp.M., kini mengabdikan diri sebagai dokter spesialis mata yang melayani masyarakat di wilayah Papua.

dr. Samuel merupakan lulusan Program Studi Spesialis Mata FK UNDIP yang dikenal memiliki kompetensi tinggi di bidang oftalmologi. Ia kini aktif memberikan pelayanan kesehatan mata, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan.

Menurut dr. Samuel, pendidikan yang ia tempuh di FK UNDIP menjadi fondasi penting dalam membentuk kemampuan profesional dan ketangguhan dirinya sebagai dokter. Selama menjalani pendidikan di Semarang, ia tidak hanya dibekali keterampilan medis, tetapi juga nilai-nilai integritas dan empati terhadap pasien.

“Pendidikan di FK UNDIP membentuk saya menjadi pribadi yang adaptif dan berintegritas. Dukungan dosen yang kompeten serta kurikulum yang relevan membuat saya percaya diri untuk mengabdi di wilayah dengan tantangan seperti Papua,” ujarnya.

Dalam praktiknya, dr. Samuel dikenal sigap dalam menangani pasien serta memiliki empati tinggi. Berbagai tindakan operasi mata yang ia lakukan menjadi bukti keahlian yang diperoleh dari proses pendidikan yang menekankan keseimbangan antara kemampuan teknis dan kemanusiaan.

Ia menambahkan, nilai profesionalisme yang ditanamkan selama pendidikan menjadi bekal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Di ruang operasi, presisi adalah hal utama. Namun di luar itu, empati dan tanggung jawab moral kepada pasien juga sangat penting,” tambahnya.

FK UNDIP sendiri terus berkomitmen menghadirkan sistem pendidikan yang holistik. Selain menekankan aspek akademik, mahasiswa juga didorong aktif dalam kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Kisah dr. Samuel menjadi bukti nyata bahwa lulusan FK UNDIP mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan. Dedikasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi tenaga medis lainnya untuk turut berperan dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.

 

(*)

Komentar