JURANEWS.ID, BLORA — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, penjualan kambing kurban di Kabupaten Blora mulai mengalami peningkatan. Sejumlah peternak mengaku permintaan hewan kurban dari masyarakat terus bertambah mendekati hari raya.
Salah seorang peternak kambing di Dukuh Tanjung, Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Qodam Maulana, mengatakan hingga H-7 Iduladha dirinya telah menjual sekitar 40 ekor kambing.
“Sepertinya masih ramai tahun kemarin. Tapi sampai sekarang sudah terjual 40 ekor,” kata Qodam saat ditemui di kandangnya, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, kambing yang dijual rata-rata dibanderol mulai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per ekor. Pembeli paling banyak mencari kambing dengan kisaran harga di atas Rp3 juta.
“Yang paling banyak dibeli harga Rp3 juta ke atas,” ujarnya.
Qodam menjelaskan, mayoritas pembeli berasal dari wilayah Kota Blora. Harga tersebut sudah termasuk biaya perawatan hewan hingga pengiriman ke lokasi saat hari penyembelihan Iduladha.
“Fasilitasnya sudah termasuk biaya perawatan plus pengiriman sampai hari H,” jelasnya.
Pada Iduladha tahun lalu, Qodam mengaku mampu menjual sekitar 45 ekor kambing. Tahun ini, ia optimistis penjualan dapat meningkat hingga mencapai 50 ekor karena masih tersisa waktu sekitar sepekan sebelum Iduladha.
“Target mungkin bisa sampai 50 ekor,” tuturnya.
Meski harga kambing tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, minat masyarakat untuk membeli hewan kurban dinilai masih cukup tinggi.
“Harga sekarang memang lebih mahal, tapi yang beli masih banyak,” katanya.
Qodam mengaku mulai menyiapkan stok kambing sekitar satu bulan sebelum Iduladha. Menurutnya, pemeliharaan dalam waktu terlalu lama justru berisiko menambah biaya operasional.
“Kalau kelamaan rugi di ongkos pakan,” ujarnya.
Untuk biaya pakan dan perawatan, ia mengaku harus mengeluarkan sedikitnya Rp150 ribu per hari untuk sekitar 30 ekor kambing. Biaya tersebut digunakan untuk membeli ampas tahu, pakan tambahan, hingga obat-obatan.
“Seharinya minimal Rp150 ribu untuk pakan dan obat-obatan,” jelasnya.
Dalam penjualan kambing kurban, Qodam menyebut keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 ribu per ekor. Namun keuntungan tersebut juga disertai risiko apabila hewan mengalami sakit atau masalah menjelang hari penyembelihan.
“Soalnya kalau hari H kambing ada apa-apa ya kita ganti. Itu sudah termasuk biaya perawatan dan pengiriman,” paparnya.
(*)













Komentar