JURANEWS.ID, SEMARANG – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pengakuan di kancah internasional, dua program studi di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (UNDIP), yaitu Teknologi Hasil Perikanan (THP) dan Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), baru saja menyelesaikan proses Asesmen Lapangan Akreditasi Internasional ASIIN.
Kegiatan ini berlangsung pada 13 hingga 16 April 2026 di Semarang.
Tim asesor yang dipimpin oleh para ahli internasional menegaskan komitmen kedua prodi tersebut dalam memperluas pengakuan global sekaligus menjaga standar tata kelola pendidikan yang tinggi.
Dekan FPIK UNDIP, Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa akreditasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung visi universitas menuju World Class University.
“Akreditasi internasional ini tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga membuka peluang kerja sama global serta meningkatkan daya saing lulusan di pasar internasional,” ujarnya.
Khusus untuk Prodi THP, akreditasi ini menjadi bukti konsistensi dalam mencetak tenaga ahli yang menguasai teknologi pengolahan berbasis zero waste dan inovasi produk bermutu tinggi, yang siap beradaptasi dengan kebutuhan pasar global.
Dalam proses evaluasi, para asesor melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pendukung, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, workspace, hingga enam laboratorium spesifik yang menjadi penunjang utama riset dan inovasi.
Selain itu, proses ini juga diperkaya dengan diskusi mendalam bersama dosen, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dari industri maupun pemerintah. Kehadiran mitra strategis ini bertujuan memperkuat sinergi link and match serta memvalidasi kesiapan lulusan dalam dunia kerja.
Melalui pengakuan internasional ini, diharapkan kualitas pendidikan di FPIK UNDIP semakin relevan dan berkelanjutan, memberikan pengalaman belajar yang inklusif serta peluang karier yang lebih luas bagi para lulusannya.
(*)














Komentar