LUWU TIMUR, JURANEWS.ID – PT PLN (Persero) berhasil menyelesaikan proses energize Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV dan Bay Line 275 kV pada Proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500/275 kV Wotu (extension), Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Pencapaian tersebut ditandai dengan keberhasilan pemberian tegangan pada infrastruktur transmisi serta diperolehnya Rekomendasi Layak Bertegangan (RLB). Proyek ini menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi.
Melalui PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro), Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi V (UPMK V) turut mengawal pelaksanaan konstruksi hingga tahapan energize.
Infrastruktur yang diselesaikan meliputi SUTET 275 kV Wotu arah Latuppa Sirkit 1 sepanjang 1,43 kilometer sirkit (kms) serta Bay Line 275 kV arah Latuppa No. 1.
Keduanya disiapkan untuk mendukung penguatan jaringan transmisi sebagai bagian dari tulang punggung sistem kelistrikan Sulawesi, termasuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Luwu Timur dan sekitarnya.
General Manager PLN Pusmanpro, Aan Ridhoana Fitriaji, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek.
Menurutnya, aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama selama proses pembangunan hingga infrastruktur siap diberi tegangan.
“Keberhasilan energize pada Proyek GITET 500/275 kV Wotu (ext) adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Kami mengapresiasi dedikasi tim proyek dan para pemangku kepentingan yang mengawal proses ini dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas,” ujar Aan.
Pengerjaan Dilakukan Saat Jaringan Tetap Beroperasi
Manager PLN UPMK V, Ridwan Harjono, mengungkapkan proses pengerjaan proyek tersebut memiliki tantangan teknis tersendiri. Pasalnya, sebagian jaringan transmisi 275 kV tetap beroperasi atau dalam kondisi live selama pekerjaan berlangsung.
Kondisi tersebut membutuhkan perencanaan yang cermat, pengendalian risiko secara ketat, serta koordinasi intensif antarpersonel agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan tetap memperhatikan keselamatan.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan supervisi pengawas yang telah menunjukkan dedikasi, ketelitian, dan profesionalisme dalam mengawal setiap proses pekerjaan,” kata Ridwan.
PLN menyatakan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ketelitian teknis, serta koordinasi antarpersonel.
Melalui prinsip zero harm dan keandalan aset, PLN Pusmanpro menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara profesional.
Keberhasilan energize GITET 500/275 kV Wotu (extension) diharapkan dapat mendukung penguatan sistem transmisi dan menjaga keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat maupun sektor industri di wilayah Sulawesi.
(*)


![[Foto 3] realme C01](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/11/Foto-3-realme-C01-300x178.jpg)











Komentar