JAKARTA, JURANEWS.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026), sekaligus menandai pergantian kepemimpinan lembaga yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana nasional tersebut.
Kristomei menggantikan Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., yang memimpin BNPB pada periode 2021–2026. Informasi pelantikan tersebut disampaikan BNPB melalui siaran pers tertanggal 16 Oktober 2026.
Sebelum dipercaya memimpin BNPB, Kristomei menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten sejak 10 Agustus 2025 hingga 15 Oktober 2026. Saat menjabat Pangdam, ia masih berpangkat Mayor Jenderal sebelum kemudian menyandang pangkat Letnan Jenderal.
Kristomei Sianturi lahir di Kotabaru, Lampung Utara. Ia menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan lulus pada 1994, kemudian menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1997.
Sepanjang karier militernya, Kristomei pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Di antaranya Komandan Yonif Para Raider 305/Tengkorak pada 2023–2024, Danmentar Akademi Militer pada 2024, Wakil Gubernur Akademi Militer pada 2024–2025, serta Kepala Pusat Penerangan TNI pada 2025.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum mendapat tugas baru memimpin BNPB.
Pernah Terlibat dalam Penanganan Pandemi Covid-19
Kristomei bukan sosok yang sepenuhnya baru dalam penanganan kebencanaan. Menurut BNPB, ia pernah terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang berpusat di BNPB.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu catatan keterlibatannya dalam upaya penanganan krisis berskala nasional.
Kini, sejumlah tantangan menanti kepemimpinan Kristomei, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi serta percepatan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.
Kedua agenda tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga unsur terkait dalam kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehabilitasi pascabencana.
Dalam siaran persnya, keluarga besar BNPB menyampaikan ucapan selamat kepada Kristomei Sianturi atas pelantikannya sebagai kepala lembaga tersebut.
BNPB berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Pada kesempatan yang sama, BNPB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Suharyanto atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin lembaga tersebut pada periode 2021–2026.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi BNPB untuk melanjutkan program penanggulangan bencana sekaligus memperkuat upaya perlindungan masyarakat di tengah beragam risiko bencana yang dihadapi Indonesia.
Dengan kepemimpinan Kristomei Sianturi, perhatian publik kini tertuju pada langkah BNPB dalam menangani karhutla, mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, serta memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi bencana berikutnya.
(*)











Komentar