KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSgPSYnTu/
SEMARANG, JURANEWS.ID – Nilai proyek pemeliharaan Agrowisata Sodong sebesar Rp375 juta menjadi sorotan setelah tim melakukan peninjauan lapangan pada Rabu (21/10/2026).
Pekerjaan yang terlihat berupa penambahan dinding kolam keceh dengan material bata, keramik, dan kaca memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian nilai anggaran dengan lingkup pekerjaan yang tampak di lokasi.
Saat peninjauan, tim melihat dinding kolam dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter yang tengah dikerjakan. Di lokasi juga terlihat sekitar tiga pekerja, sementara papan informasi proyek tidak ditemukan pada area yang ditinjau.
Dari pengamatan tersebut, menilai perlu ada penjelasan terperinci mengenai ruang lingkup pekerjaan, volume, spesifikasi material, serta komponen biaya yang membentuk nilai proyek Rp375 juta tersebut.
Pengamatan visual semata memang belum cukup untuk memastikan apakah nilai pekerjaan sebanding atau tidak dengan anggaran yang dialokasikan. Namun, keterbukaan dokumen dan penjelasan teknis diperlukan agar masyarakat dapat memahami dasar penetapan nilai kontrak serta hasil yang ditargetkan.
Besarnya nilai anggaran dibandingkan dengan pekerjaan yang terlihat menjadi pertanyaan utama dalam peninjauan ini. Penambahan dinding kolam menggunakan bata, keramik, dan kaca merupakan bagian pekerjaan yang tampak di lapangan. Namun, belum diketahui apakah pekerjaan tersebut mencakup keseluruhan paket pemeliharaan atau hanya salah satu bagian dari lingkup kontrak.
Karena itu, diperlukan penjelasan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengenai rincian pekerjaan, volume setiap item, harga satuan, biaya material, upah tenaga kerja, serta pekerjaan lain yang mungkin termasuk dalam kontrak.
Dokumen rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan kontrak pekerjaan juga penting untuk menilai apakah pelaksanaan fisik sesuai dengan perencanaan.
Tanpa data tersebut, perbandingan antara nilai anggaran dan hasil yang terlihat belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pemborosan atau ketidaksesuaian anggaran.
Meski demikian, penjelasan terbuka mengenai penggunaan anggaran publik menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui manfaat yang dihasilkan dari pekerjaan pemeliharaan fasilitas wisata tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai pekerjaan pemeliharaan Agrowisata Sodong, pengelola, Anto, meminta agar pertanyaan lebih lanjut disampaikan kepada dinas terkait.
“Lebih lanjutnya ditanyakan ke dinas aja, Mas,” ujarnya.
Kepala UPTD Goa Kreo dan Agrowisata Kota Semarang, Gianto, juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan yang ditanyakan.
“Maaf Mas, tanyakan saja ke dinas. Saya tidak tahu masalah itu, suwun,” jawab Gianto melalui pesan WhatsApp.
Juranews.id telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Namun, hingga berita ini disusun, tanggapan dari dinas tersebut belum diterima.
Selain mempertanyakan kesesuaian nilai anggaran dengan pekerjaan yang terlihat, tim Juranews.id juga mencatat dua hal lain saat peninjauan lapangan.
Pertama, papan informasi proyek tidak terlihat di area yang ditinjau. Kedua, sekitar tiga pekerja yang berada di lokasi tidak tampak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat pengamatan berlangsung.
Kondisi tersebut memerlukan klarifikasi lebih lanjut mengenai keterbukaan informasi pekerjaan serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Ketiadaan papan informasi yang terlihat tidak serta-merta membuktikan pelanggaran administrasi. Demikian pula, penilaian kepatuhan K3 perlu mempertimbangkan jenis pekerjaan, risiko, dan ketentuan keselamatan yang berlaku.
Pihak dinas dan penyedia pekerjaan, Anvemy Mulia Abadi, perlu memberikan penjelasan mengenai aspek-aspek tersebut agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya bertumpu pada pengamatan sesaat.
Publik Menunggu Penjelasan Rinci Penggunaan Anggaran
Nilai proyek Rp375 juta bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Masyarakat juga berkepentingan mengetahui jenis pekerjaan yang dilaksanakan, volume hasilnya, kualitas material, serta manfaat pemeliharaan bagi pengunjung Agrowisata Sodong.
Kejelasan mengenai rincian kontrak dan realisasi pekerjaan akan membantu publik menilai kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan hasil akhir proyek.
Juranews.id belum menyimpulkan adanya penyimpangan maupun ketidakwajaran harga dalam pekerjaan tersebut. Penilaian mengenai kewajaran anggaran membutuhkan data teknis dan administratif yang dapat diverifikasi.
Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, UPTD Goa Kreo dan Agrowisata, pengelola Agrowisata Sodong, serta penyedia pekerjaan, Anvemy Mulia Abadi.
Penjelasan resmi diharapkan dapat menjawab pertanyaan publik mengenai dasar anggaran Rp375 juta, keseluruhan lingkup pekerjaan, dan hasil yang akan diterima masyarakat dari pemeliharaan fasilitas wisata tersebut.
Dari pagu anggaran sebesar Rp383.725.000, hasil negosiasi proyek pemeliharaan Agrowisata Sodong ditetapkan sebesar Rp375.882.935,62. Dengan demikian, terdapat penurunan nilai sebesar Rp7.842.064,38 atau sekitar 2,04 persen dari pagu anggaran.
Nilai setelah negosiasi tersebut menjadi dasar yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui dokumen kontrak, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta rincian volume dan spesifikasi pekerjaan untuk melihat kesesuaiannya dengan realisasi fisik di lapangan.
(*)














Komentar