PRPP Terus Merugi, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Langkah Besar! Lahan 20 Hektare Bakal Disulap Jadi Sport Center

Evaluasi Total BUMD Merugi Jadi Prioritas

JURANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan kinerja PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) yang terus mengalami kerugian.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah menawarkan lahan PRPP seluas 20 hektare kepada investor untuk dibangun menjadi Jawa Tengah Sport Center yang terintegrasi dengan kawasan Pearl of Java City (POJ) Semarang.

Menurut Luthfi, Perseroan Daerah (Perseroda) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut telah mengalami kerugian sejak tahun 2024 dan hingga kini belum menunjukkan perbaikan signifikan.

“PRPP merugi sejak 2024. Untuk itu kami carikan investor untuk membangun Jawa Tengah Sport Center di tanah seluas 20 hektare di PRPP agar PRPP tidak merugi terus,” ujar Ahmad Luthfi usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026).

Sport Center Jadi Harapan Baru Selamatkan PRPP

Luthfi menegaskan pembangunan sport center merupakan bagian dari upaya menyehatkan kembali BUMD tersebut sekaligus mengoptimalkan aset milik daerah agar mampu menghasilkan pendapatan.

Meski mengakui PRPP mengalami kerugian, Luthfi belum bersedia mengungkapkan nilai pasti kerugian karena masih menunggu hasil audit.

“Kalau nilai kerugiannya nanti biar diaudit,” katanya.

Ahmad Luthfi: BUMD Rugi Tak Perlu Dipelihara

Mantan Kapolda Jawa Tengah itu bahkan menyampaikan pandangan tegas mengenai keberadaan BUMD yang terus merugi.

Menurutnya, perusahaan daerah seharusnya mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan justru menjadi beban pemerintah.

“BUMD merugi ngapain kami pelihara. Misalnya PRPP merugi terus, tutup saja bikin perusahaan lain, cuma kendalanya peraturan cukup rumit,” tegasnya.

Luthfi mengatakan evaluasi terhadap seluruh BUMD kini menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Monitoring terhadap kondisi keuangan perusahaan daerah akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.

Bisnis PRPP Dinilai Tak Lagi Kompetitif

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, mengungkapkan bahwa PRPP menjadi satu-satunya BUMD Pemprov Jateng yang hingga kini masih mencatatkan kerugian.

Menurutnya, model bisnis PRPP sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan pasar.

Selama ini PRPP memiliki tujuh unit usaha, meliputi:

  • Grand Maerakaca
  • Digital MICE Venue International
  • Manufacture Supplier
  • PCO/PEO (Penyelenggara Pameran)
  • Destination Management
  • Digital Tourism Platform
  • Jateng Tourism Training Center (JTTC)

Namun sebagian besar bisnis tersebut bergerak di sektor Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) dan penyewaan gedung yang kini menghadapi persaingan sangat ketat.

“Bisnis MICE dan gedung pertemuan di Jawa Tengah sekarang sudah sangat banyak sehingga persaingannya tinggi,” ujar Iwanuddin.

Lokasi hingga Beban Pajak Jadi Penyebab Kerugian

Selain persaingan bisnis, kondisi geografis PRPP juga dinilai menjadi salah satu kendala.

Lokasinya yang berada di bawah jalur Flyover Madukoro serta berdekatan dengan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dinilai kurang mendukung pengembangan usaha.

Di sisi lain, akumulasi kerugian selama beberapa tahun terakhir juga berdampak terhadap kewajiban perpajakan perusahaan yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak akan menyuntikkan modal baru kepada perusahaan yang terus mengalami kerugian.

“Kami tidak memberikan tambahan modal kepada perusahaan yang merugi,” tegas Iwanuddin.

Saat ini, proses audit terhadap kondisi keuangan PRPP masih berlangsung. Hasil audit tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi untuk menentukan langkah strategis dalam menyehatkan BUMD tersebut, termasuk peluang kerja sama dengan investor guna mengoptimalkan aset yang dimiliki.

(*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar