Rakyat Bentuk Kabinet Bayangan Pertama di Indonesia, Feri Amsari hingga Bhima Yudhistira Masuk Jajaran Menteri

Kabinet Bayangan Klaim Jadi Oposisi Rakyat Berbasis Meritokrasi, Siapkan Debat Terbuka dan Alternatif Kebijakan untuk Pemerintah

JURANEWS.ID, JAKARTA – Sejumlah akademisi, pegiat masyarakat sipil, dan warga negara resmi membentuk Kabinet Bayangan (Shadow Cabinet) yang diklaim sebagai kabinet bayangan pertama di Indonesia.

Inisiatif tersebut diumumkan Panitia Seleksi Kabinet Bayangan di Jakarta, Jumat (17/7/2026), sebagai bentuk penguatan fungsi pengawasan terhadap pemerintah melalui jalur gagasan dan kebijakan alternatif.

Panitia menyatakan pembentukan Kabinet Bayangan dilatarbelakangi minimnya fungsi checks and balances terhadap pemerintah, karena sebagian besar kekuatan politik saat ini berada dalam koalisi pendukung pemerintahan.

“Melihat kekosongan ini, kami, sekelompok akademisi, pegiat masyarakat sipil, dan warga negara, berinisiatif membentuk kabinet bayangan sebagai bentuk oposisi rakyat: dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” demikian pernyataan Panitia Seleksi dalam keterangan pers.

Panitia menegaskan, Kabinet Bayangan bukan dibentuk untuk merebut kekuasaan maupun menjadi pemerintahan tandingan, melainkan sebagai wadah penyusunan alternatif kebijakan berbasis data dan bukti (evidence based policy) yang bekerja secara sukarela dan non-partisan.

Seleksi Terbuka dan Dinilai Panel Independen

Proses pembentukan kabinet dilakukan melalui seleksi terbuka yang dimulai sejak 12 Mei 2026. Sebanyak 121 orang mendaftarkan diri, sementara lebih dari 100 nama lainnya diusulkan oleh masyarakat dan jaringan organisasi sipil.

Seluruh calon kemudian menjalani proses verifikasi berlapis sebelum dinilai panel independen yang terdiri dari Feri Riyana Hardjapamekas, Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar. Penilaian difokuskan pada rekam jejak, kompetensi, integritas, keberpihakan kepada rakyat, usia di bawah 50 tahun, serta tidak memiliki afiliasi dengan partai politik. Dari 15 menteri yang terpilih, sekitar 40 persen merupakan perempuan.

Feri Amsari hingga Bhima Yudhistira Masuk Kabinet

Kabinet Bayangan terdiri atas 15 kementerian yang diisi oleh sejumlah akademisi, peneliti, dan profesional dari berbagai bidang.

Beberapa nama yang masuk dalam susunan kabinet antara lain:

  • Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari
  • Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad
  • Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
  • Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona
  • Menteri Kesehatan: Irma Hidayana
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri
  • Menteri Riset, Teknologi, dan Digital: Nenden Sekar Arum

Selain itu terdapat sejumlah tokoh lain yang mengisi kementerian sesuai bidang keahlian masing-masing.

Siap Awasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Panitia menjelaskan setiap menteri dalam Kabinet Bayangan akan menjadi mitra pembanding (counterpart) bagi menteri pada Kabinet Merah Putih sesuai bidang tugasnya.

Melalui skema tersebut, setiap kebijakan pemerintah akan dikaji dan diberikan alternatif solusi berdasarkan hasil riset sehingga masyarakat memperoleh pembanding atas setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Dalam waktu dekat, Kabinet Bayangan berencana menggelar rapat kabinet perdana, public hearing di berbagai daerah, hingga mengundang para menteri Kabinet Merah Putih untuk mengikuti debat terbuka mengenai berbagai kebijakan publik.

Dibiayai Patungan Internal

Panitia juga memastikan Kabinet Bayangan berdiri secara independen dan tidak didukung partai politik maupun kelompok kepentingan tertentu.

Seluruh aktivitas organisasi saat ini dibiayai melalui urunan internal para penggagas. Ke depan, pendanaan akan dibuka melalui mekanisme crowdfunding sebagai bentuk partisipasi publik sekaligus menjaga independensi gerakan tersebut.

Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menegaskan inisiatif tersebut merupakan ruang partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik, pengawasan, dan penyusunan kebijakan alternatif yang berpihak kepada rakyat.

(*)

Komentar