Rektor UNDIP Bertemu Sekretaris Kabinet, Bahas Komitmen Program “Nol Sampah” Berbasis Riset

Program Zero Waste Berbasis Prinsip 5R

JURANEWS.ID, SEMARANG – Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., melakukan pertemuan dengan Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, pada Selasa sore (10/2) di Kantor Sekretariat Kabinet.

Pertemuan tersebut fokus pada penguatan program UNDIP Zero Waste sebagai bagian dari transformasi tata kelola kampus berkelanjutan.

UNDIP Tegaskan Komitmen Lakukan Pengelolaan Sampah Inovatif

Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai program UNDIP yang menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dengan memperkuat program nol sampah di seluruh area kampus. Sebagai salah satu kampus terbesar di Indonesia, UNDIP menerapkan sistem pengelolaan sampah inovatif yang mengubah limbah organik dan non-organik menjadi energi bermanfaat seperti solar.

Prof. Dr. Suharnomo menyampaikan bahwa gerakan UNDIP Zero Waste telah dicanangkan sejak Dies Natalis ke-68 pada 17 Oktober di TPST Kampus UNDIP Tembalang sebagai komitmen jangka panjang.

“Zero Waste di UNDIP bertujuan mengurangi sampah, memastikan pengolahan optimal, serta membangun kesadaran kolektif sivitas akademika terhadap permasalahan sampah.

Dalam program ini kami juga melibatkan pakar-pakar UNDIP dalam membuat inovasi pengolahan sampah,” ujarnya.

Dengan program ini, UNDIP berhasil memastikan tidak ada sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di luar kampus, menjadi contoh nyata pengelolaan lingkungan modern dan berkelanjutan.

Implementasi Program Zero Waste Berbasis Prinsip 5R

Program UNDIP Zero Waste dilaksanakan berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah dengan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse/Repair, Recycle, dan Rot). Sejak 2022, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dikembangkan sebagai pusat inovasi dan pembelajaran pengelolaan sampah berbasis sains.

Rincian pengelolaan sampah di UNDIP meliputi:

– Sampah organik: Diolah menjadi kompos, sedangkan sisa makanan dikelola menggunakan maggot untuk mendukung ekonomi sirkular
– Limbah ranting: Diproses menjadi asap cair melalui teknologi pirolisis
– Sampah anorganik: Dielola dengan alat pirolisis plastik hasil riset dosen UNDIP yang menghasilkan bahan bakar gasolin
– Vending machine plastik berbasis poin digital: Dihadirkannya untuk mendorong partisipasi aktif warga kampus
– Limbah B3: Dikelola melalui sistem penyimpanan dan transportasi sesuai standar untuk menjamin keamanan

Model pengelolaan ini tidak hanya memperkuat kemandirian kampus, tetapi juga menjadi rujukan bagi institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Melalui langkah strategis ini, UNDIP menegaskan komitmennya sebagai kampus yang unggul secara akademik sekaligus berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

(*)

Komentar