SEMARANG, JURANEWS.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah.
Komitmen kerja sama kedua lembaga tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Semarang, Rabu (12/8/2026).
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan UNDIP terbuka menjalin kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pihak untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dengan BBGTK menjadi salah satu langkah untuk mendorong kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Tengah.
“Ini adalah bentuk kerja sama dengan pemerintah. Banyak sekali hal yang bisa kita buat bersama. UNDIP sangat terbuka kalau itu kerja sama yang ada,” ujar Suharnomo.
Hasil Riset UNDIP Didorong Masuk ke Sekolah
Kepala BBGTK Provinsi Jawa Tengah, Darmadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kerja sama tersebut penting karena UNDIP dan BBGTK memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung kemajuan pendidikan, meskipun memiliki tugas dan fungsi berbeda.
“Meski berbeda tata laku dan tugas fungsinya, sebenarnya tanggung jawab kita sama, yaitu pendidikan,” ungkap Darmadi.
Darmadi menjelaskan, BBGTK Jawa Tengah memiliki tugas dalam pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, hingga pengawas sekolah.
Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai dapat membuka peluang lebih besar dalam pemanfaatan hasil penelitian sekaligus memperkuat kompetensi para pendidik.
BBGTK berharap berbagai hasil riset UNDIP, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran dan konten pendidikan, dapat dimanfaatkan oleh para guru di Jawa Tengah.
“Kalau hasil-hasil riset dari kampus ini terkait dengan pembelajaran maupun kontennya bisa dikonsumsi oleh teman-teman guru di Jawa Tengah, itu akan sangat memperkuat kualitas pendidikan,” katanya.
Sebaliknya, BBGTK juga siap menjadi mitra UNDIP untuk menjangkau guru dan satuan pendidikan dalam pelaksanaan penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Teknologi UNDIP Bisa Dimanfaatkan untuk Pembelajaran STEM
Usai penandatanganan komitmen kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin Direktur Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.
Diskusi membahas sejumlah bentuk kegiatan yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi kedua lembaga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan hasil riset dan teknologi UNDIP untuk mendukung pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Berbagai prototipe dan teknologi yang dikembangkan UNDIP berpeluang diperkenalkan kepada guru maupun siswa. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih konkret mengenai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pemanfaatan hasil riset, kolaborasi juga diarahkan pada pelatihan peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki UNDIP.
Kerja sama juga berpotensi dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan sejumlah bidang prioritas.
Beberapa di antaranya meliputi teknologi, robotika, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), literasi digital, psikologi, serta pendidikan inklusif.
Kolaborasi UNDIP dan BBGTK Jawa Tengah diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan komitmen, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran di sekolah.
(*)










Komentar