JURANEWS.ID, SEMARANG – Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Yogyakarta-Bawen mulai difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Salah satu segmen yang kini dibuka secara darurat adalah ruas fungsional Bawen hingga Ambarawa atau Seksi 6.
Pembukaan ruas sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu ditujukan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Simpang Bawen yang selama ini menjadi salah satu titik rawan kemacetan saat musim mudik.
Memasuki ruas tersebut, pengendara akan melintas di jalur yang sebagian berada di atas struktur jembatan layang atau elevated. Dari jalur ini, pemudik dapat melihat bentang alam berupa hamparan sawah, perbukitan, hingga pegunungan di kawasan Jawa Tengah.
Selain menawarkan panorama alam, ruas fungsional ini juga berada di kawasan perbukitan yang memiliki udara relatif lebih sejuk, sehingga memberi kenyamanan tambahan bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh.
Meski sudah dibuka untuk mendukung arus mudik, jalur tersebut masih dalam tahap penyempurnaan. Permukaan jalan berupa beton kaku atau rigid pavement telah rampung, namun marka jalan permanen belum seluruhnya terpasang. Sebagai pengganti, pengelola telah memasang pembatas jalan sementara dan rambu petunjuk darurat untuk memandu pengendara.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, Dwi Winarsa, mengatakan segmen Bawen sampai Ambarawa telah siap digunakan untuk kendaraan kecil. Ia juga memastikan posko pengamanan disiapkan agar operasional jalur fungsional berjalan aman.
“Segmen Bawen sampai ke Ambarawa siap untuk bisa digunakan. Kami pastikan posko pengamanan selesai tepat waktu,” kata Dwi Winarsa.
Untuk alasan keselamatan, ruas fungsional tersebut hanya dioperasikan pada siang hari, yakni mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pembatasan itu diberlakukan karena fasilitas penerangan jalan umum belum tersedia secara menyeluruh di sepanjang jalur.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pembukaan ruas fungsional tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi kemacetan di Simpang Bawen. Selama ini, kawasan itu menjadi titik temu arus kendaraan dari arah Semarang dan Solo yang menuju Yogyakarta maupun Magelang.
“Ini kita fungsionalkan agar tidak terjadi black spot maupun trouble spot. Kendaraan dari arah Semarang yang akan menuju Magelang atau Yogyakarta kini bisa langsung tembus ke Ambarawa tanpa harus mengantre di persimpangan Bawen,” jelas Ahmad Luthfi.
Bagi pemudik yang hendak melintas, pengendara diimbau menjaga kecepatan di kisaran 40 hingga 60 kilometer per jam serta memastikan bahan bakar kendaraan dalam kondisi cukup. Sebab, di sepanjang ruas fungsional tersebut belum tersedia fasilitas SPBU permanen.
(*)









Komentar