Sanggar Seni Tancep Sedap Malam Sragen Jadi Perhatian, Agus Mujayanto Dorong Lahirnya Generasi Penjaga Budaya

Agus Mujayanto mengunjungi Sanggar Tari Tancep Sedap Malam di Sragen

JURANEWS.ID, SRAGEN – Aktivis kebudayaan Agus Mujayanto memberikan motivasi kepada para pelajar dan generasi muda yang aktif menjaga seni serta kebudayaan Jawa dalam kunjungannya ke Sanggar Tari Tancep Sedap Malam, Kabupaten Sragen.

Dalam kegiatan yang berlangsung di sanggar asuhan Sri Riyanto, S.Pd, Agus Mujayanto menegaskan bahwa generasi muda, khususnya para pelajar SMK yang menekuni seni tradisi, memiliki peran penting sebagai penjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus modernisasi dan transformasi zaman.

“Adik-adik penjaga kesenian dan kebudayaan Jawa adalah pilar utama bangsa. Ketekunan kalian dalam melestarikan budaya menjadi bagian penting dari kejayaan dan keharuman Indonesia di masa depan,” ujar Agus Mujayanto.

Sanggar Tari Tancep Sedap Malam selama ini dikenal sebagai ruang pembelajaran seni tari tradisional dan kontemporer yang terbuka bagi anak-anak serta remaja di Kabupaten Sragen. Setiap pekan, lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan latihan tari dengan semangat melestarikan budaya lokal.

Di balik semangat tersebut, sanggar masih menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah instrumen gamelan membutuhkan restorasi dan penyetelan ulang, kapasitas ruang latihan sudah tidak lagi memadai, serta keterbatasan pembiayaan menghambat pengembangan karya tari orisinal, penyediaan kostum, hingga dokumentasi pertunjukan.

Meski demikian, pengelola sanggar tetap berkomitmen menghadirkan pendidikan seni yang inklusif dan terjangkau agar seluruh kalangan dapat belajar tanpa terbebani biaya yang tinggi.

Ke depan, Sanggar Tari Tancep Sedap Malam menargetkan peningkatan kualitas fasilitas, pelestarian perangkat gamelan, penguatan kapasitas pelatih, hingga lahirnya karya-karya tari orisinal yang mampu tampil di tingkat lokal maupun regional.

Agus Mujayanto berharap semangat para generasi muda tersebut terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Melestarikan budaya bukan sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi juga membangun karakter bangsa. Ketika anak-anak muda mencintai budayanya sendiri, Indonesia akan memiliki fondasi yang kuat menghadapi tantangan global,” tuturnya.

 

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Sanggar Tari Tancep Sedap Malam diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan seni budaya di Kabupaten Sragen sekaligus melahirkan generasi penerus yang mampu menjaga dan mengharumkan budaya Jawa di tingkat nasional maupun internasional.

(*)

 

Komentar