SEMARANG, JURANEWS.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) memperluas kolaborasi riset internasional di bidang lingkungan melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi hayati asal Singapura, Celvera Biosystems PTE LTD.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk proyek riset bertajuk Aquaculture Research Project: Blue Java.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2 UNDIP, Semarang, pada Rabu (14/10/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk merespons persoalan lingkungan global, khususnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan ekosistem perairan.
Chief Operating Officer (COO) Celvera Biosystems PTE LTD, Dina K. Dinata, mengatakan persoalan sampah laut dan ekosistem perairan menjadi tantangan mendesak yang membutuhkan penanganan bersama.
Menurut Dina, UNDIP memiliki potensi riset lingkungan yang dapat dikembangkan sekaligus diperluas jangkauan edukasinya kepada masyarakat.
“UNDIP sudah memiliki fondasi green campus dan karya riset lingkungan yang luar biasa. Langkah krusial berikutnya adalah membagikan aksi nyata ini secara konsisten di media sosial,” ujar Dina.
Ia menilai strategi komunikasi dan storytelling yang tepat dapat memperluas jangkauan publikasi riset sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.
UNDIP Dorong Riset dan Inovasi Lingkungan
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa komitmen kampus terhadap pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui berbagai program internal maupun pengembangan teknologi.
Suharnomo menyebut UNDIP telah menerapkan pengelolaan sampah dengan pendekatan zero waste. Menurut dia, kampus tidak lagi mengirimkan sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Kota Semarang, sementara sampah organik diolah menjadi kompos.
“Kami adalah kampus zero waste yang sudah tidak lagi mengirimkan sampah ke TPA Kota Semarang. Seluruh sampah organik diolah menjadi kompos, sehingga 100% limbah telah terkelola dengan baik sebagai langkah nyata menuju target Green Metric,” ungkap Suharnomo.
Selain pengelolaan sampah, UNDIP juga mengembangkan teknologi yang disebut telah dimanfaatkan dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Suharnomo mengatakan kampusnya dipercaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyediakan sarana treatment di daerah terdampak bencana.
“Saat ini, sarana tersebut sudah beroperasi di sekitar 20 titik, termasuk di kawasan Pantura dan Flores,” katanya.
Kolaborasi Blue Java juga menjadi momentum bagi UNDIP untuk memperluas penyebarluasan hasil riset dan berbagai upaya penanganan persoalan lingkungan.
Melalui pengembangan kanal publikasi khusus, UNDIP berencana menyampaikan berbagai kegiatan dan inovasi kampus kepada masyarakat luas.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan riset, penciptaan inovasi, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kerja sama UNDIP dan Celvera Biosystems menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi internasional di bidang riset lingkungan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan ekologis yang berdampak lintas negara.
(*)











Komentar