UNDIP Perkuat Wisata Berkelanjutan Dusun Buddhis Krecek di Temanggung

Program Pengabdian EQUITY Fokus pada Hospitality, Eco-Homestay, dan Revitalisasi Sanitasi

JURANEWS.ID, TEMANGGUNG – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program Pengabdian Masyarakat bersama Alumni dalam skema Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) memperkuat kapasitas wisata berkelanjutan di Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

Program yang mencapai puncak kegiatan pada Minggu (17/5/2026) itu mengusung tema “Penguatan Dusun Krecek sebagai Destinasi Mindfulness Tourism melalui Peningkatan Kapasitas Pelayanan Wisata dan Revitalisasi Fasilitas Sanitasi”.

Kegiatan melibatkan dosen, alumni, dan mahasiswa lintas disiplin dari Program Studi Administrasi Bisnis dan Teknik Lingkungan UNDIP.

Program pengabdian tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan Dusun Krecek sebagai destinasi mindfulness tourism berbasis masyarakat melalui penguatan hospitality, revitalisasi fasilitas sanitasi, pengembangan eco-homestay, hingga pendampingan manajemen wisata berkelanjutan.

Dusun Krecek dipilih karena memiliki karakter budaya dan spiritual yang kuat. Dusun yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga itu dikenal sebagai kawasan masyarakat Buddhis yang aktif mengembangkan wisata budaya, meditasi, live in, dan wisata ketenangan alam.

Berbagai agenda budaya dan spiritual rutin digelar di wilayah tersebut, seperti Perayaan Waisak, Nyadran Perdamaian, Merti Dusun, hingga Krecek Mindfulness Weekend yang diikuti peserta dari berbagai daerah dan lintas agama.

Dosen Departemen Administrasi Bisnis UNDIP, Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A., Ph.D., mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat potensi lokal tanpa menghilangkan identitas khas masyarakat setempat.

“Dusun Krecek memiliki modal sosial, budaya, dan spiritual yang sangat kuat. Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat memperkuat kualitas pelayanan wisata tanpa menghilangkan karakter lokal yang menjadi identitas utama Dusun Krecek,” ujar Ardy.

Program ini diinisiasi oleh Ardy Wibowo dan Rendy Ega Pradhana, M.A.B., bersama dosen Teknik Lingkungan UNDIP Dr. Eng. Ir. Bimastyaji Surya Ramadan, S.T., M.T.

Kegiatan juga melibatkan alumni UNDIP Arya Pradhana Wirawan, S.T., M.Ling., yang kini menjabat Direktur PT Kalandra Nusantara dan Direktur Manusa Foundation.

Pendekatan lintas disiplin menjadi kekuatan utama program tersebut. Tim Administrasi Bisnis fokus pada penguatan pelayanan wisata, manajemen homestay, dan pengelolaan usaha wisata masyarakat. Sementara tim Teknik Lingkungan berperan dalam revitalisasi sanitasi dan penguatan infrastruktur lingkungan yang sehat dan layak.

Tahapan kegiatan dimulai sejak awal April 2026 melalui observasi lapangan, pemetaan potensi desa, identifikasi kebutuhan masyarakat, pelatihan hospitality, hingga pengembangan eco-homestay.

Dalam program ini, tim pengabdian melakukan renovasi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, dua unit eco-homestay percontohan juga dikembangkan untuk mendukung kualitas akomodasi wisata berbasis masyarakat.

Arya Pradhana Wirawan menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi fokus utama pengabdian masyarakat tersebut.

“Program pengabdian tidak berhenti pada pelatihan atau perbaikan fasilitas saja. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki sistem yang bisa terus digunakan dan dikembangkan secara mandiri setelah program selesai,” katanya.

Selain revitalisasi fasilitas fisik, masyarakat juga mendapatkan pelatihan hospitality berbasis prinsip SERVQUAL melalui pendekatan RATER, yakni Reliability, Assurance, Tangibles, Empathy, dan Responsiveness.

Pelatihan mencakup kebersihan fasilitas, pelayanan wisatawan, pengelolaan homestay, komunikasi dengan pengunjung, hingga evaluasi layanan wisata.

Salah satu warga Dusun Krecek, Ngasiran, menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan wisata di desanya.

“Bagi kami, tamu yang datang ke Krecek bukan hanya berwisata, tetapi juga belajar tentang ketenangan, kebersamaan, dan kehidupan masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih baik dan pelayanan yang lebih tertata, kami berharap pengunjung merasa semakin nyaman selama berada di Dusun Krecek,” ujarnya.

Mahasiswa yang terlibat juga ikut mendampingi masyarakat dalam implementasi pelayanan wisata dan pengelolaan kegiatan mindfulness sebagai bagian dari pembelajaran pemberdayaan masyarakat secara langsung.

Program EQUITY UNDIP ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

(*)

Komentar