JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas BPD Semarang terus menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan tinggi dengan menggandeng Bank Jateng dan LPK Yamaguji Indonesia untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Berbagai program unggulan tersebut akan diluncurkan secara resmi dalam acara Dies Natalis Universitas BPD Semarang ke-30 yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.
Rektor Universitas BPD Semarang, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, mengatakan salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Jateng terkait pembiayaan pendidikan bagi calon mahasiswa.
Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, mulai dari bunga kredit yang rendah hingga biaya administrasi yang lebih ringan.
“Selain kemudahan dari Bank Jateng, Universitas BPD Semarang juga memberikan benefit tambahan berupa potongan biaya kuliah hingga 30 persen bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan pendidikan ini,” ujar Prof. Sri Tutie.
Dengan skema tersebut, mahasiswa hanya perlu membayar sekitar 70 persen dari total biaya pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang terkendala biaya namun tetap ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Tak hanya itu, Universitas BPD Semarang juga akan menandatangani kerja sama strategis dengan LPK Yamaguji Indonesia yang menghadirkan program kuliah sambil bekerja di Jepang.
Melalui program tersebut, peserta dapat mendaftar kuliah sekaligus mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang sebelum diberangkatkan bekerja ke Negeri Sakura. Selama bekerja di Jepang, mahasiswa tetap dapat mengikuti proses perkuliahan melalui sistem pembelajaran digital atau Learning Management System (LMS).
“Harapannya, setelah menyelesaikan kontrak kerja selama tiga hingga lima tahun di Jepang, mereka dapat kembali ke Indonesia dengan pengalaman kerja internasional sekaligus telah meraih gelar sarjana,” jelasnya.
Sebagai bagian dari sosialisasi program tersebut, Universitas BPD Semarang akan menggelar workshop budaya Jepang, pelatihan bahasa Jepang, serta pemaparan peluang kerja di Jepang yang menyasar siswa SMA dan SMK di Kota Semarang.
Pihak kampus menargetkan sedikitnya 50 peserta dan mendorong para orang tua untuk turut hadir agar memahami berbagai peluang dan skema pembiayaan yang tersedia.
Selain program Jepang, Universitas BPD Semarang juga mengandalkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu lebih singkat berdasarkan pengalaman kerja dan kompetensi yang dimiliki.
Untuk jenjang sarjana (S1), masa studi dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua hingga dua setengah tahun. Sementara untuk jenjang magister (S2), perkuliahan dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun atau dua semester.
“Program ini ditujukan bagi mereka yang telah memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun. Kompetensi yang dimiliki akan kami asesmen terlebih dahulu sebelum dikonversi menjadi capaian pembelajaran,” kata Prof. Sri Tutie.
Sementara untuk program reguler S1, Universitas BPD Semarang terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang berorientasi pada kompetensi dan kesiapan kerja.
Melalui berbagai program praktis dan pengalaman lapangan, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
“Tagline kami adalah Kampus Kompetensi, Siap Kerja. Karena itu kami terus menghadirkan program-program yang mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi nyata agar siap bersaing di dunia profesional,” tegasnya.
Dengan berbagai program unggulan tersebut, Universitas BPD Semarang optimistis dapat menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan pendidikan tinggi berkualitas, terjangkau, serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja global.
(*)














Komentar