Universitas BPD Semarang Mantapkan Langkah Menuju Kampus Internasional, Siapkan Mahasiswa Timor Leste dan LSP P1

Universitas BPD Semarang menyiapkan penerimaan mahasiswa internasional asal Timor Leste dan pembentukan LSP P1 untuk memperkuat kompetensi lulusan serta mempercepat transformasi menuju kampus berstandar internasional.

JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas BPD Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring internasional. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah penerimaan mahasiswa asing asal Timor Leste serta pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 guna memperkuat kompetensi lulusan.

 

Rektor Universitas BPD Semarang, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, mengungkapkan bahwa tahun ini kampus akan menerima mahasiswa internasional dari Timor Leste sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi kampus berkelas global.

 

“Kami akan menerima lima mahasiswa dari Timor Leste. Jumlah tersebut memang kami batasi karena kami ingin memastikan seluruh aspek pendukung, mulai dari dosen, layanan akademik, hingga sistem pembelajaran benar-benar siap,” ujar Prof. Sri Tutie, Senin (15/6).

 

Menurutnya, penerimaan mahasiswa internasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan kualitas institusi dan peningkatan akreditasi perguruan tinggi.

 

Ia menegaskan bahwa Universitas BPD Semarang harus berani mendeklarasikan diri sebagai kampus yang menuju level internasional agar seluruh sivitas akademika terpacu melakukan berbagai pembenahan dan inovasi.

 

“Kita harus berani menyatakan bahwa Universitas BPD Semarang menuju International University. Dengan begitu, kita terdorong untuk terus melengkapi berbagai kebutuhan dan standar yang diperlukan,” katanya.

 

Meski usia Universitas BPD Semarang belum genap dua tahun, dari sebelumnya STIE, Prof. Sri Tutie menilai berbagai capaian yang telah diraih menunjukkan optimisme besar untuk terus berkembang.

 

“Yang terpenting adalah keberanian untuk melangkah. Keraguan justru sering kali menjadi hambatan yang kita ciptakan sendiri. Padahal jika diikhtiarkan bersama, banyak hal yang sebenarnya bisa diwujudkan,” tambahnya.

 

Selain memperkuat internasionalisasi, Universitas BPD Semarang juga tengah mempersiapkan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 yang akan melayani kebutuhan sertifikasi kompetensi mahasiswa secara mandiri.

 

LSP P1 tersebut dirancang bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikat kompetensi yang dapat mendampingi ijazah mereka saat lulus.

 

“Mahasiswa nantinya tidak hanya menerima ijazah dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara profesional,” jelas Prof. Sri Tutie.

 

Beberapa bidang kompetensi yang direncanakan masuk dalam skema sertifikasi antara lain bahasa Jepang, pasar modal, ekspor-impor, serta kompetensi lain yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Menurutnya, keberadaan LSP P1 akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi lulusan sekaligus mendukung peningkatan mutu akademik dan akreditasi institusi.

 

Karena itu, pihak kampus terus mendorong percepatan realisasi program tersebut agar dapat segera memberikan manfaat bagi mahasiswa.

 

“Kami ingin bergerak cepat. Kehadiran LSP P1 akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di dunia kerja,” tegasnya.

 

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Universitas BPD Semarang optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, berorientasi kompetensi, serta siap menjawab tantangan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

 

(*)

Komentar